Minggu, 17 Nov 2019
radarkudus
icon featured
Pati

Kena Gerebek, 10 Pasangan Mesum Ini Short Time di Kamar Kos Rp 20 Ribu

26 Desember 2018, 22: 48: 17 WIB | editor : Ali Mustofa

DISALAHFUNGSIKAN: Satpol PP Kabupaten Pati saat menggelar razia tempat kos di wilayah Kecamatan Pati baru-baru ini

DISALAHFUNGSIKAN: Satpol PP Kabupaten Pati saat menggelar razia tempat kos di wilayah Kecamatan Pati baru-baru ini (ACHMAD ULIL ALBAB/RADAR KUDUS)

Share this      

KOTA – Selama kurang lebih sebulan, puluhan tempat kos di Kabupaten Pati menjadi sasaran razia Satpol PP. Dari sekian tempat kos yang dirazia, petugas selalu mendapati aktivitas menyimpang yang dilakukan di dalam kos. Bahkan Satpol PP sempat menggelandang sekitar 10 pasangan tak resmi yang sedang berduaan di kamar.

Kepala Satpol PP Hadi Santoso melalui Sekretaris Imam Rifai menyebut, tempat kos di Kabupaten Pati masih identik dengan disalahgunakan, ketimbang fungsi awalnya. Bahkan ia mengakui, ada fenomena kos yang bebas banyak yang diburu ketimbang tempat kos yang sesuai aturan.

”Ini sangat miris sekali. Ada indikasi tempat yang bebas ini yang laris dihuni,” papar Rifai kepada Jawa Pos Radar Kudus kemarin.

Aktivitas menyimpang ataupun penyalahagunaan tempat kos seperti kegiatan berduaan di dalam kamar kos antara laki-laki dan perempuan yang tidak ada ikatan pernikahan, minuman keras dan lainnya. Di beberapa kos di kota seperti Plangitan, Juwanalan, dan juga daerah Penjawi hal tersebut sering ditemukan.

”Banyak kami temukan saat menggelar razia tempat kos ada perilaku-perilaku yang menyimpang yang dilakukan di tempat kos. Satu bulan ini kami setiap razia selalu mendapati hal tersebut,” kata Rifai.

Rifai menyebut, berdasarkan informasi yang diperolehnya, beberapa tempat kos di wilayah Kecamatan Kota memang sering dijadikan tempat yang tidak benar. Bahkan, beberapa temuan sempat mengagetkan Satpol PP. Selama kurun waktu Desember ini dari razia yang diintensifkan pihaknya, Rifai sempat menjumpai tren tempat kos yang disewa secara short time. ”Kami patut menduga dengan modus penyewaan yang seperti itu pasti dibuat yang bukan-bukan. Untuk menyewakan itu ke pihak ketiga cukup merogok kocek Rp 20 sampai Rp 50 ribu. Sudah ada beberapa tempat yang akan kami sasar lagi. Semuanya di wilayah Kecamatan Kota,” jelas Rifai.

(ks/aua/him/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia