Minggu, 17 Nov 2019
radarkudus
icon featured
Pati

Pengamanan Diperketat, Jamaah Gereja Tak Bolehkan Bawa Tas Besar

25 Desember 2018, 17: 40: 12 WIB | editor : Ali Mustofa

PERIKSA: Personel Polres Grobogan memeriksa kursi di salah satu gereja di Grobogan kemarin.

PERIKSA: Personel Polres Grobogan memeriksa kursi di salah satu gereja di Grobogan kemarin. (SIROJUL MUNIR/RADAR KUDUS)

Share this      

PATI – Pengamanan super ketat diberlakukan di seluruh gereja di kabupaten eks-Karesidenan Pati. Termasuk di Kabupaten Grobogan.

Misalnya di Kabupaten Pati. Pengamanan gereja telah dilakukan oleh personil Mapolres Pati menjelang perayaan Natal 2018 kemarin. Ada 15 gereja yang disisir belasan personel polisi. Anjing pelacak juga terlibat dalam operasi itu. Jamaah gereja diimbau tak membawa tas besar saat masuk maupun keluar gereja.

Pengecekan pertama dilaksanakan di Gereja Injili di Tanah Jawa (GITJ) Pati. Gereja tersebut mempunyai banyak jamaah. Pada pengamanan ini menerjunkan 12 personel dan satu K-9 atau anjing pelacak bahan peledak. Pada saat pelacakan, personel memeriksa mimbar dan sekeliling gereja.

Puluhan jamaah yang berdoa harus berhenti sejenak. Pelacakan gereja berikutnya dilaksanakan di gereja-gereja besar yang mempunyai jamaah banyak. Seperti Gereja Kristen Muria Indonesia (GKMI) Pati, Gereja Katolik Santo Yusuf Pati, Gereja Isa Almasih Pati, dan lainnya.

Kapolres Pati AKBP Jon Wesly Arianto melalui Kasat Sabhara Sugino menuturkan, pada kegiatan pengamanan H-1 Natal  menyisir 15 geraja di perkotaan. “Penyisiran gereja menjelang Natal ini untuk mengantisipasi kemungkinan yang tak diinginkan,” tuturnya kemarin.

Pihak berwajib sebagai pengayom masyarakat akan menjamin keamanan jamaah. Selain itu, pihaknya meminta gereja mengimbau semua jamaah tidak membawa tas besar jika tidak diperlukan.

Di Kabupaten Kudus anjing pelacak diturunkan Polres setempat kemarin. Kegiatan ini ditujukkan mensterilisasi gereja. Ipda Antonius mengawali penyisiran di GKMI Rayon I Panjunan. Penyisiran dimulai pukul 08.00. Polisi bersenjata laras panjang lengkap dengan alat pendeteksi bom diterjunkan untuk mensterilisasi area Gereja.

”Ada lima titik gereja yang kami lakukan sterilisasi. Terutama gereja yang memiliki intensitas jamaah banyak,” ujarnya.

Di antara gereja yang disisir, yaitu Gereja Bethel, Gereja Rayon I, Gereja Rayon II, Gerja Isa Almasih, kemudian dilanjutkan di Gereja Santo Yohanes Evangelista.

Sementara di Gereja Santo Yohanes Evangelista, Kompol Jodi Setyo Margono memimpin sterilisasi. Mereka juga gunakan alat metal detektor.

Jodi mengatakan setiap gereja dijaga satu tim. Satu tim terdiri dari delapan personel. Tak hanya itu, digerakkan pula Pospam yang berkeliling di sekitar gereja untuk mengamankan barang yang dirasa dicurigai.

Pengamanan juga dilakukan secara melekat, dengan menugaskan 24 jam petugas di lokasi.  ”Perhatian pengamanan tidak hanya di gereja-gereja besar. Kami juga memperhatikan pengamanan di gereja-gereja kecil,” imbuhnya. Operasi ini akan dilaksanakan mulai 24 Desember 2018 sampai 1 Januari 2019.

Di Kabupaten Grobogan, polres setempat mesterilisasi di sejumlah gereja besar. Anjing pelacak juga dilibatkan jelang perayaan Misa Natal. ”Polisi yang melakukan penyisiran dan sterilisasi dilengkapi anjing pelacak. Itu semua untuk antisipasi adanya bom di dalam gereja dan sekitarnya,” kata Kapolres Grobogan AKBP Choiron El Atiq usai melakukan penyisiran gereja Katholik Yesus Maha Kudus Purwodadi.

Menurutnya, penyisiran dilakukan di sejumlah gereja di kawasan kota. Polres Grobogan menyiagakan sebanyak 200 personel untuk mesterilisasi sejumlah gereja di kawasan kota. Jumlah gereja di Grobogan sebanyak 107 gereja.

”Lokasi yang diperiksa meliputi tempat-tempat yang memungkinkan untuk diletakkan bom. Seperti di bawah tempat duduk jamaah, bawah altar, dan sejumlah sudut ruangan yang penuh dengan aksesori Natal,” terang dia.

Kapolres Rembang AKBP Pungky Bhuna Santoso mengungkapkan, hingga kini gereja di seluruh Kabupaten Rembang masih aman. ”Kami kerahkan anggota intelkam mencari informasi. Sekaligus melakukan pengamanan terbuka di lokasi-lokasi keagamaan di gereja. Melibatkan Polri, TNI, termasuk Banser untuk mewujudkan toleransi beragama,” katanya.

(ks/mun/put/noe/zen/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia