Jumat, 13 Dec 2019
radarkudus
icon featured
Jepara

Diguyur Hujan Deras, Tanggul Sungai SWD II Tergerus Tiga Meter

25 Desember 2018, 17: 11: 44 WIB | editor : Ali Mustofa

JEBOL: Warga memantau kondisi jebolnya tanggul SWD II di Desa/Kecamatan Welahan, kemarin. Tercatat setahun sudah tiga kali tanggul jebol.

JEBOL: Warga memantau kondisi jebolnya tanggul SWD II di Desa/Kecamatan Welahan, kemarin. Tercatat setahun sudah tiga kali tanggul jebol. (SAR WELAHAN FOR RADAR KUDUS)

Share this      

JEPARA - Tanggul Sungai Serang Welahan Drainase (SWD) II di perbatasan Desa Ketilengsingolelo dan Desa Welahan, Welahan, jebol Minggu (23/12) malam. Intensitas hujan tinggi membuat tanah tanggul terbawa aliran air. Tanggul itu beberapa sisi longsor.

Longsoran tanggul, mengakibatkan beberapa retakan. Retakan ada pada bagian samping tanggul. Lebarnya tiga meter di bagian barat dan timur pintu air. Longsoran tanah selebar satu meter juga terjadi di lokasi tersebut. Adapun panjangnya sekitar tiga meter. “Sementara kami pantau di lapangan. Kejadian ini sudah kami laporkan ke pihak terkait,” ujar Kepala Desa HM. Sumarno.

Pihaknya mengatakan, selama setahun sudah tiga kali terjadi longsoran pada tanggul. Terhitung pada 19 Desember 2017 tanggul ambrol lima meter. Kemudian diperbaiki secara swadaya warga. Namun kembali terjadi longsoran satu meter pada 2 Januari 2017. Oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Jratun Seluna kemudian diperbaiki menggunakan alat berat. Bahkan pintu air pada tanggul tersebut juga sudah diperbaiki. Tapi hujan dengan intensitas tinggi mengguyur Jepara pada Minggu (23/12) lalu. Sehingga menyebabkan tanggul kembali ambrol untuk yang ketigakalinya.

Sumarno menyatakan, tidak ingin tragedi banjir akibat luapan sungai terjadi lagi. Luapan air sungai masuknya lewat sawah. Kemudian air menuju Dukuh Temenur  Desa Welahan. Ada sekitar 100 kepala keluarga. “Baru masuk Dukuh Bedayun Desa Ketilengsingolelo. Di sana juga sekitar 100 kepala keluarga. Kalau jebol, 3 ribu hektare lebih area persawahan bakal kebanjiran,” jelasnya.

Pada 2014 lalu luapan sungai mengakibatkan tanggul ambrol. Sehingga air meluap membanjiri sawah dan pemukiman warga. Jika terjadi hujan lebat, tanggul di aliran sungai di SWD 1  Desa Gedangan dan SWD 2 Desa Welahan/Welahan, berpotensi mengalami banjir akibat longsor dan jebolnya tanggul.

Menurutnya, dari hasil peninjauan lokasi bila curah hujan dari Kudus ataupun dari Mayong tidak lebat maka tanggul tidak berdampak pada keberadaan sawah maupun pemukiman. “Titik tanggul yang ambrol merupakan pertemuan aliran Sungai Mayong Kidul dan sungai pengairan sawah warga,” terangnya.

(ks/war/zen/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia