Kamis, 27 Jun 2019
radarkudus
icon featured
Grobogan

Truk Muat Semen Kecelakaan, Jalan Purwodadi-Solo Macet Tujuh Jam

18 Desember 2018, 16: 54: 47 WIB | editor : Ali Mustofa

PINDAHKAN MUATAN: Truk bermuatan semen di Jalan Purwodadi-Solo, Desa Juworo, Kecamatan Geyer, Grobogan, menyebabkan kemacetan hingga 5 kilometer kemarin.

PINDAHKAN MUATAN: Truk bermuatan semen di Jalan Purwodadi-Solo, Desa Juworo, Kecamatan Geyer, Grobogan, menyebabkan kemacetan hingga 5 kilometer kemarin. (SIROJUL MUNIR/RADAR KUDUS)

Share this      

GROBOGAN – Truk trailer L 8094 UC bermuatan semen seberat 55 ton mengalami kecelakaan lalu lintas (laka lantas) melintang di Jalan Purwodadi-Solo, Desa Juworo, Geyer, dini hari kemarin. Akibatnya jalan mengalami kemacetan sekitar tujuh jam dan sejauh 5 kilometer.

Kecelakaan tunggal ini, terjadi sekitar pukul 00.45. Saat itu, truk yang dikemudikan Agus Kristiyanto, 38, warga Desa Karas, Kecamatan Sedan, Rembang, tak kuat menanjak. Akhirnya truk mundur dan ban belakang turun ke bahu jalan. Akibatnya truk teperosok dan body truk melintang di jalan.

Dengan adanya truk melintang itu, terjadi penumpukan kendaraan di jalur tersebut. Kendaraan dari arah Purwodadi ke Solo dan sebaliknya tidak bisa melintas. Panjang kemacetan mencapai 5 kilometer. Di Jalan Purwodadi-Solo mencapai di Pasar Geyer. Sedangkan kemcetan dari Jalan Solo-Purwodadi sampai Sumberlawang.

Untuk bisa melakukan evakuasi, semen yang dimuat di atas truk diturunkan terlebih dahulu. Proses evakuasi ini, menjadikan kendaraan tidak bisa bergerak. Kendaraan baru bisa melaju setelah truk bisa parkir di pinggir jalan.

Hingga pukul 06.30, kendaraan dari dua arah bisa lewat dengan cara bergantian. Untuk mengurai kemacetan, Satlantas Polres Grobogan mengalihkan kendaraan lewat jalur alternatif pertigaan Kedungombo-Sumberlawang. Sedangkan dari Solo dialihkan dari Sumberlawang ke pertigaan Kedungombo. Lalu lintas bisa kembali lancar sekitar pukul 08.00.

Kasatalntas Polres Grobogan AKP Panji Gedhe Prabawa melalui Kanit Turjawali Ipda Joko, mengatakan, truk yang mengalami kecelakaan tunggal itu dari Tuban tujuan Klaten. ”Untuk mengurai kemacetan, kami melakukan pengaturan jalan dengan mengarahkan kendaraan lewat jalur alternatif Kedungombo-Sumberlawang,” ujarnya.

Agus Kristiyanto, sopir truk, mengatakan, kecelakaan terjadi karena truk baru yang dikemudikan tak kuat menanjak. Akibatnya truk mundur. Ketika akan dinaikkan, roda truk turun ke bahu jalan. ”Truk yang saya kemudikan itu baru. Saat menanjak trukya tidak kuat dan langsung mundur,” katanya.

Yanto, sopir ekspedisi mengaku, dirinya terjebak macet sejak pukul 02.30. Ketika itu, dirinya membawa muatan untuk dibawa ke Kudus. ”Kendaraan saya baru bisa bergerak itu sekitar pukul 07.00 pagi. Macetnya parah,” ujarnya.

(ks/mun/lin/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia