Selasa, 18 Jun 2019
radarkudus
icon featured
Kudus

Lapuk, Pagar Jembatan Zaman Belanda Diperbaiki, Begini Penampakannya

17 Desember 2018, 23: 08: 48 WIB | editor : Ali Mustofa

PERBAIKAN: Pagar besi bewarna hijau tampak mencolok usai diperbaiki.

PERBAIKAN: Pagar besi bewarna hijau tampak mencolok usai diperbaiki. (VEGA MA’ARIJIL ULA / RADAR KUDUS)

JATI – Mulai lapuk, pagar jembatan Ploso RT I  RW II yang terbuat dari kayu itu diganti dengan besi November lalu. Perbaikan dilakukan bertahap selama dua kali. Diharapkan perbaikan ini akan membantu warga menyeberang dengan aman.

Sebelumnya kondisi pagar jembatan peninggalan Belanda ini sudah lapuk lantaran hanya terbuat dari kayu. Dikhawatirkan terjadi kecelakaan, warga pun mengumpulkan dana untuk mengganti pagar ini dengan besi. Diketahui jembatan ini miliki PT Kereta Api Indonesi (KAI) yang sejak lama tidak ada pemeliharaan. 

Kepala Desa Ploso Bambang Giyata mengatakan, perbaikan pagar jembatan dilakukan karena warga merasa miris dengan kondisi pagar yang sebelumnya terbuat dari kayu itu. Oleh karena itu, warga berinisiatif membangun pagar jembatan rel tersebut.

Bambang menambahkan, biaya pembangunan pagar jembatan sebesar Rp 12,5 juta diambil dari uang iuran warga secara swadaya. Uang itu digunakan untuk membeli pagar besi dengan panjang 2x20 meter dengan ketinggian 1 meter.

Bambang mengatakan, tidak dapat memberikan dana bantuan untuk perbaikan jembatan tersebut karena jembatan tersebut milik PT Kereta Api Indonesia (KAI). ”Pada 1980 kereta api tidak aktif lagi di daerah Kudus. Awalnya PT KAI berniat menghancurkan jembatan tersebut namun warga meminta untuk dipertahankan sebagai akses mobilitas,” jelasnya.

Bambang juga menyampaikan kalau perbaikan-perbaikan jembatan memang dilakukan secara swadaya. Meliputi pengecoran jalan jembatan, pemasangan kayu, penambalan ruas hingga pemasangan besi pengaman.

Meski tampak kokoh berdiri, Bambang juga mengutarakan jika 20 persen bagian bawah jembatan sudah keropos dan besi penyangga jembatan sudah berkarat.

Hal serupa juga diutarakan Nur Muhammad warga RT 1/ RW II Desa Ploso, Jati, Kudus yang mengatakan hal yang sama. ”Jembatan itu sudah tua dan kaki-kaki jembatannya sudah banyak yang berkarat,” imbuhnya. (vga)

(ks/mal/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia