Kamis, 27 Jun 2019
radarkudus
icon featured
Pati

Kecewa Calonnya Kalah di Pilkades Serentak, Warga Segel Balai Desa

17 Desember 2018, 21: 26: 02 WIB | editor : Ali Mustofa

TAK TERIMA: Warga melakukan penyegelan terhadap Balai Desa Tegalharjo, Kecamatan Trangkil, kemarin.

TAK TERIMA: Warga melakukan penyegelan terhadap Balai Desa Tegalharjo, Kecamatan Trangkil, kemarin. (WARGA FOR RADAR KUDUS)

Share this      

TRANGKIL – Puluhan warga pendukung calon yang kalah dalam pilkades Tegalharjo kembali beraksi pagi kemarin. Mereka dengan luapan kekecewaan menggeruduk rumah beberapa perangkat desa. Seperti carik, bayan, dan juga modin.

Seperti diketahui, akar kekecewaan warga ini karena adanya dugaan kecurangan yang dilakukan panitia pilkades. Dari salah satu sumber Jawa Pos radar Kudus, kericuhan terjadi lantaran saksi dari calon nomor urut 1 Mustamar mempermasalahkan selisih sembilan surat suara yang masuk di bilik atau wilayah pemilihan 1. Dari surat undangan yang tercatat  882.Namun setelah dilakukan penghitungan ulang menjadi 891. Ada lebihan 9 suara.

Suara yang masuk pada calon nomor urut 1 yakni Mustamar 682 suara. Sedangkan pasangan urut 2 Pandoyo 195 suara dan suara tidak sah 14. Total 891 suara masuk. Sementara totatal perolehan Mustamar sebanyak 1.948. Sementara Pandoyo berhasil memperoleh 2.257 suara.

(WARGA FOR RADAR KUDUS)

”Selain itu, sebelum berita acara ditandatangani, panitia sudah keburu memberikan keterangan calon nomor urut dua Pandoyo menjadi kepala desa terpilih. Itu yang dinilai juga memicu warga pendukung nomor urut satu Mustamar protes dan melakukan aksi demo,” katanya.

Pagi kemarin, massa yang kecewa tersebut menggeruduk balai desa terlebih dahulu. Kantor balai desa disegel. Caranya dipaku kayu dan bambu. Setelah dari balai desa, massa kemudian bergerak menuju rumah-rumah perangkat desa.

Mustamar, calon nomor urut satu yang kalah mengungkapkan, bakal menempuh jalur hukum terkait sejumlah kecurangan yang diduga dilakukan panitia. ”Sejak awal hingga pemungutan, sampai penghitungan suara itu kami merasa diperlakukan tidak adil. Tim kami menemukan pilkades ini tak transparan. Salah satunya keputusan mengumumkan kepala desa terpilih sebelum berita acara ditandatangani itu. Untuk itu hari ini kami akan menempuh jalur hukum untuk mendapatkan keadilan,” papar Mustamar.

Selain itu, terkait tindakan pendukungnya yang melakukan penyegelan balai desa, menurutnya itu menjadi amarah sesaat warga, karena merasa ada kecurangan. ”Bagaimanapun saya akan mengkondisikan pendukung saya untuk tetap menjaga kondusifitas wilayah desa ini,” imbuhnya.

Sementara itu ratusan aparat kepolisian turut bersiaga di lokasi. Terlihat Kapolres Pati AKBP John Wesley juga ikut memantau situasi keamaan di Desa Tegalharjo, bersama Dandim 0718/Pati Letkol Arm Arief Darmawan.

”Kami mengimbau kepada semua warga untuk tetap damai. Ini rasanya warga belum paham betul mekanisme hukumnya. Kalau ada permasalahan begini harusnya dibawa ke ranah hukum tidak dengan tindakan begini. Kami juga akan meminta masyarakat untuk membuka segel balai desa. Jangan ada penyegelan-penyegelan,” tegas kapolres baru ini. 

(ks/aua/zen/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia