Kamis, 27 Jun 2019
radarkudus
icon featured
Features
Rudi Muhtarom, Peraih Hadiah Gebyar Samsat

Hidup Sederhana Tertib Bayar Pajak

17 Desember 2018, 21: 13: 35 WIB | editor : Ali Mustofa

BUAH TERTIB: Rudi Muhtarom bersama istri, Susanti menerima hadian Gebyar Samsat 2018 dari Kepala BPPD Jawa Tengah Ihwan Sudrajat.

BUAH TERTIB: Rudi Muhtarom bersama istri, Susanti menerima hadian Gebyar Samsat 2018 dari Kepala BPPD Jawa Tengah Ihwan Sudrajat. (ZAINAL ABIDIN/RADAR KUDUS)

Share this      

Rudi Muhtarom dan istriya, Susanti tidak pernah bermimpi memperoleh Hadiah Gebyar Samsat 2018 Kijang Innova tipe G Rp 380 juta. Ketaatan membyar pajak kendaraan bermotor berbuah manis. Dia membayar pajak dan membalikkan nama kendaraan motor yang baru saja ia beli. Undian yang ia peroleh inilah mengantarkannnya dapat hadiah itu. Istimewa lagi karena hadiah diantar Kepala Badan Pengelola Pendapatan Daerah (BPPD) Jawa Tengah ke rumahnya di RT 2/RW IX, Desa Rejosari, Kecamatan Bandongan, Kabupaten Magelang. Jaraknya sekitar 20 kilometer dari pusat Kabupaten Megelang.

 Zainal Abidin, Magelang

 KEPALA BPPD Jawa Tengah Ihwan Sudrajat tiba di Unit Pelayanan Pendapatan Daerah (UPPD) Kabupaten Magelang pukul 06.00 Kamis (13/12). Suasana mendung tak menyurutkan pegawai di kantor itu menyiapkan upacara penyerahan secara langsung grand prize Kijang Innova kepada Rudi Muhtarom. Juga pemenang undian untuk kendaraan bermotor Supriyadi, warga Desa Wundari, Kecamatan Windusari, Kabupaten Magelang.

Rudi Muhtarom tak datang sendiri. Dia diantar saudaranya. Maklum, ia belum bisa nyetir sendiri. Untuk membawa kendaraan roda empat itu pulang ke rumahnya ia dibantu saudaranya itu.

Istimewanya, Rudi membawa pulang hadiah mobil ke rumahnya diantar para pejabat di lingkungan Kabupaten Magelang dan BPPD Jawa Tengah. Kepala BPPD Jawa Tengah Ihwan Sudrajat, Kepala UPPD Kabupaten Magelang Pinandoyo Wikanti, Plt Sekda Kabupaten Magelang Adi Waryanto, Kasatlantas Polres Magelang AKP Setya Budi Waspada, dan jajaran Muspika setempat ikut mengantar sampai rumah. Total ada sekitar tujuh mobil rombongan mengantarkan mobil Rudi ke rumahnya. 

Rumah Rudi dari pusat kota sekitar 20 Kilometer. Sangat jauh dari pusat kabupaten. Rumahnya masuk gang di desa itu.

100 meter sebelum rumahnya, warga sekitar rumah Rudi sudah siap menyambut. Bahkan beberapa baliho tampak dipasang untuk penyambutan. Warga berjajar rapi di sepanjang gang rumah menuju Rudi. Sampai titik akhir di rumah Rudi. Lebar jalan hanya sekitar dua meter.

Saat rombongan turun, semua warga langsung menyalami. Layaknya menyambut bupati. ”Luar biasa penyambutan warga sini. Warga terlihat guyub. Kalau tidak guyub tidak akan seperti ini,” ujar Ihwan Sudrajat melihat fenomena itu.

Rumah Rudi cukup sederhana. Usuk atap terbuat dari bambu. Lantai sudah keramik. Informasi dari warga, cat rumah Rudi baru. Cat itu khusus untuk menyambut tamu penyerahan hadiah utama Gebyar Samsat 2018. Gang utama di rumah itu buntu. Rumah di sekitar juga sederhana. 

Rudi bekerja sebagai buruh pelitur. Sementara istrinya Susanti berdagang sate. Kesederhanaan itu tak membuat keduanya beralasan tidak taat membayar pajak.

”Apapaun tagihan jadi tanggung jawab, kami bayar tertib. Mulai dari listrik dan pajak kendaraan bermotor. Di keluarga kami pantang nunggak,” ujar Rudi.

Rudi mengaku membeli kendaraan bermotor second Vario 2004. Ia kemudian berinisiatif membalik nama sekaligus bayar pajak. Total yang ia bayarkan sekitar Rp 900 ribu. ”Motivasi saya tertib administrasi dan pajak. Saya tak suka telat. Bayar apapun saya tertib. Setelah beli kendaraan bermotor, langsung saya balik nama,” tandasnya.

Ia tak menyangka ketaatan membayar pajak berbuah manis. Grand prize hadiah gebyar sampat ia peroleh. ”Saya tak menyangka dapat hadiah utama Kijang Innova. Saya tahu dapat hadiah malah dari tetangga dan teman. Saya sempat ditelepon teman. Mengabari saya dapat Kijang Innova. Tapi saat itu saya anggap hoax. Saya kemudian brosing, muncul nama saya. Saya baru percaya,” ujarnya.

Hal sama diungkapkan Susanti, istri dari Rudi. Susanti mengaku tak bermimpi apapun sebelum ia dapat Kijang. Ia sempat menyuruh suaminya untuk kursus belajar menyetir. Tapi itu tak pernah dilakoni suaminya. Sampai keluarganya dapatkan Kijang Innova dari Gebyar Samsat. (*)

(ks/top/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia