Senin, 21 Jan 2019
radarkudus
icon featured
Grobogan

Disnakkan Grobogan Sebar Jutaan Benih Ikan di Lima Kecamatan

14 Desember 2018, 23: 01: 29 WIB | editor : Ali Mustofa

TEBAR BENIH: Disnakkan Grobogan terus tebar benih ikan ke berbagai titik.

TEBAR BENIH: Disnakkan Grobogan terus tebar benih ikan ke berbagai titik. (INTAN M SABRINA/RADAR KUDUS)

PURWODADI Baru-baru ini melalui APBD Perubahan, Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Grobogan menyebar sebanyak 215 ribu benih ikan berbagai jenis di lima kecamatan. Penebaran benih dilakukan dengan tujuan meningkatkan perekonomian masyarakat.

Kepala Disnakkan Grobogan Riyanto mengatakan, selama setahun ini telah ada jutaan benih yang ditebar melalui berbagai dana. Diantaranya APBD sebanyak 256 ribu ekor, kemudian APBD Provinsi sebanyak 1.173.000 ekor dan melalui APBD Perubahan sebanyak 215 ribu ekor. Dengan jenis ikan yang ditebar antara lain nila, karper, tawas, mujahir, dan grasscap.

”Untuk lokasi menyebar di seluruh kecamatan. Kami menyebar dengan jumlah yang bermacam. Dari 65 ribu benih hingga 295 ribu benih di setiap kecamatan. Tergantung kebutuhan dan daya tampung embung,” ujarnya.

Menurutnya, tahun ini target menebar benih ikan terpenuhi. Tahun depan pihaknya juga akan terus menambah target di embung-embung besar. Dengan harapan semakin banyak populasi ikan di Grobogan.

Embung dan waduk menjadi sasaran utamanya dalam mempertahankan sumber daya hayati perikanan ini. Selain itu tujuan lainnya untuk dapat meningkatkan ketersediaan protein hewani. Sebab tingkat komsumsi ikan oleh masyarakat masih terbilang rendah.

”Terpenting pada restocking yang diadakan setiap tahunnya ini, mampu meningkatkan pendapatan masyarakat setempat. Namun mereka juga harus mengikuti aturan yang sudah ditentukan dalam pengambilan ikan,” tegasnya.

Diantaranya setelah penebaran benih, harus menunggu kurang lebih tiga bulan untuk dapat mengambil ikan. Bahkan mengambil dilarang memakai listrik, jala, maupun racun. Karena akan merusak ekosistem ikan. ”Sayang sebelum panen, biasanya ikan diobati maupun diambil,” keluhnya.

(ks/int/mal/top/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia