Senin, 21 Jan 2019
radarkudus
icon featured
Rembang

Soal Pelanggaran APK di Angkot Belum Tersentuh, Ini Tanggapan Bawaslu

09 Desember 2018, 19: 14: 21 WIB | editor : Ali Mustofa

MASIH DITOLERANSI: Bawaslu Rembang baru akan menindak APK yang dipasang di angkutan umum pada Januari-Februari mendatang.

MASIH DITOLERANSI: Bawaslu Rembang baru akan menindak APK yang dipasang di angkutan umum pada Januari-Februari mendatang. (SAIFUL ANWAR/RADAR KUDUS)

REMBANG  Hingga kini, alat peraga kampanye (APK) yang ada di angkutan umum belum juga ditertibkan. Padahal, bulan lalu Bawaslu sudah menertibkan APK di 718 titik di Rembang. APK di angkutan umum baru ditertibkan mulai Januari 2019.

Ketua Bawaslu Rembang Totok Suparyanto menyebut, pihaknya akan mengirimkan imbauan kepada sopir angkutan umum untuk melepas APK yang terpasang di kendaraannya. Pihaknya mengaku belum akan menindak hingga akhir Desember ini.

”Untuk APK di angkot-angkot baru akan kami surati mulai pertengahan Desember ini. Rencananya, baru akan kami lakukan penertiban pada Januari atau Februari nanti,” kata dia.

Sejauh ini, pihaknya memang baru menindak APK yang terpasang seperti baliho, spanduk, banner, dan poster yang dipasang di tempat-tempat umum. Namun tidak termasuk yang di kendaraan umum.

Sementara itu, berdasarkan penertiban APK selama November lalu, pihaknya menemukan pelanggaran pemasangan di 718 titik.  Itu di luar tiga kecamatan yang belum melaporkan. Yakni Kecamatan Gunem, Pamotan, dan Sluke.

Adapun berdasarkan data Bawaslu, penertiban APK selama November paling banyak dilakukan di Kecamatan  Kragan dengan jumlah 212 APK. Lalu, disusul Kecamatan Bulu dengan 130 APK.

Sedangkan Kecamatan Sulang terdapat 89 pelanggaran, diikuti Kecamatan Kota dengan 88 penertiban. Lalu Kecamatan Sale 70 APK, Pancur 63 APK, Sumber dan Sedan masing-masing 16 APK, Sarang 15 APK dan Kaliori 13 APK. Lalu, di Lasem hanya ada enam APK yang melanggar.

(ks/ful/lid/top/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia