Senin, 17 Dec 2018
radarkudus
icon featured
Kudus

Penjelasan Bupati Soal Penyebab Ambrolnya Atap Stadion Wergu

11 November 2018, 17: 22: 18 WIB | editor : Ali Mustofa

CEK LAPANGAN: Bupati Kudus M Tamzil memeriksa kualitas bangunan Stadion Wergu Wetan belum lama ini. Beton stadion diketahui kurang kokoh.

CEK LAPANGAN: Bupati Kudus M Tamzil memeriksa kualitas bangunan Stadion Wergu Wetan belum lama ini. Beton stadion diketahui kurang kokoh. (FARUQ HIDAYAT/RADAR KUDUS)

KUDUS – Bupati Kudus Muhammad Tamzil menilai desain bangunan tribune utara dan selatan di GOR Wergu Wetan itu tidak layak. Hal inilah yang mungkin menjadi salah satu penyebab terjadinya insiden terlepasnya atap tribune bagian utara pada Selasa (6/11) sore lalu.

”Kalau saya menilai sangat tidak layak. Saya kan sudah ngomong saat sidak ke sana. Itu sangat dipaksakan. Sudah saya kritik betonnya sudah goyang, besinya sudah melengkung,” ujarnya.

Sehari sebelum kejadian, diketahui Bupati yang juga insinyur itu memang diketahui melakukan sidak ke stadion yang digadang-gadang akan mampu menampung sekitar 20 ribu penonton itu. Seperti yang dikatakan sebelumnya, Tamzil melontarkan kritik atas pembangunan proyek senilai Rp 22 miliar itu.

(DONNY SETYAWAN/RADAR KUDUS)

Dalam sidaknya kali itu, Tamzil meninjau detail bagian dari bangunan tiga lantai itu. Dari tribune lantai satu hingga lantai tiga tak luput dari tinjauannya. Tak ketinggalan, rumput dan lintasan atletik juga ditinjau. Tamzil mengeluhkan barier atau pembatas penonton di tribune utara stadion. Sebab, dinilai kurang aman karena kurang kokoh.

”Ini ada masalah rel pengaman ini belum sesuai. Karena membahayakan penonton. Misalnya kalau jatuh dari lantai tiga ini kan bahaya. Ini perlu saya kaji ulang terkait hal itu,” katanya saat itu.

Saat ditemui di pendopo Kabupaten Kudus kemarin, sebelumnya ia memang berencana akan melakukan evaluasi. Kurang kokohnya barier dikhawatirkan dapat menyebabkan penonton jatuh. Terlebih, pada saat penonton histeris karena adanya gol. Dan rencana ini semakin diperkuat karena ada insiden ini. ”Beberapa pihak kan juga sedang melakukan evaluasi. Saya sendiri juga nanti akan evalusai pasti,” imbuhnya.

Ia memberikan saran, ketika memang ada keinginan untuk mengembangkan stadion, paling sederhana bisa mencontoh bangunan tribune lama. Tribune model terbuka yang berada di bagian barat.

”Seharusnya kan sudah ada beberapa stadion di sekitar yang bisa menjadi referensi. Selain untuk melakuakn evaluasi, kejadian ini juga menjadi proses pembelajan kedepannya,” tegasnya.

Terkait kerugian, ia menyampaiakan, semuanya masih dalam tanggungan rekanan. Diketahui sebelumnya, pihak pengawas telah menaksir kerugian akibat kejadian ini sebesar Rp 300 juta. Dan pihak penyedia jasa telah bersedia untuk menanggungnya.

”Terkait masukan dan kritik yang diberikan kami terima. Termasuk semua kerugian juga kami tanggung, karena memang masih menjadi tanggungjawab kami. Sambil menunggu evaluasi selesai, kami sebagai penyedia jasa siap melanjutkan pekerjaan ini sampai tuntas,” kata Komisaris PT Kokoh Prima Perkasa Margo Waluyo.

(ks/daf/him/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia