Senin, 17 Dec 2018
radarkudus
icon featured
Jepara

Keren Banget! Busana Macan Kurung Raih Top 3 Best National Costume

10 November 2018, 08: 02: 52 WIB | editor : Ali Mustofa

RAIH PENGHARGAAN: National costume buatan seniman Jepara Bayu Supriyanto meraih top 3 best national costume di ajang Mister and Miss Tourism Ambassador Universe 2018.

RAIH PENGHARGAAN: National costume buatan seniman Jepara Bayu Supriyanto meraih top 3 best national costume di ajang Mister and Miss Tourism Ambassador Universe 2018. (Bayu Supriyanto For Radar Kudus)

JEPARA – Seniman Jepara Bayu Supriyanto kembali dipercaya untuk membuat national costume yang ditampilkan di luar negeri. Kali ini, dia diminta membuat kostum yang dikenakan 2nd runner up Puteri Pendidikan Indonesia 2018 yang berkompetisi di ajang Mister and Miss Tourism Ambassador Universe 2018.

Busana itu ditampilkan di ajang Mister and Miss Tourism Ambassador Universe 2018 yang digelar di Malaysia akhir bulan lalu. Ada yang unik dari busana buatannya itu. Yakni tema busananya mengangkat kearifan lokal Kota Ukir, Macan Kurung Jepara. Busana buatannya itu, berhasil meraih penghargaan top 3 best national costume di ajang tersebut.

Laki-laki yang juga merupakan penggagas Luna Art yang menyediakan berbagai busana carnival ini, mengatakan, dalam membuat national costume itu, dia dibebaskan untuk membuat busana dengan tema tertentu. ”Saya kemudian mengajukan tema Macan Kurung. Dan disetujui,” katanya kepada Jawa Pos Radar Kudus kemarin.

Busana itu dibuat dengan nuansa cokelat keemasan. Dia mengangkat kain Tenun Troso dan dipercantik dengan aksesori ukir-ukiran yang menjadi ciri khasnya. Pada bagian atas, dimunculkan aksesori berupa Macan Kurung dengan relung-relung di kanan dan kirinya.

Meski tak terlalu besar, namun keberadaan aksesori Macan Kurung tersebut terlihat jelas. Di bagian tersebut, dia memadukan warna emas dan abu-abu. ”Memang tidak terlalu besar, karena ada ketentuan yang harus dipatuhi. Khususnya dari segi ukuran untuk national costume,” ungkapnya.

Bayu melanjutkan, mengenai bahan, dia menggunakan bahan-bahan sebagaimana yang digunakannya saat membuat busana carnival. Dia juga tidak meningggalkan ciri khasnya, yakni dengan tetap menambahkan ukir-ukiran pada busana buatannya.

Dia mengerjakan busana tersebut selama sekitar tiga pekan. Bayu mengaku bangga bisa kembali ditunjuk membuat national costume bagi tim Indonesia saat tampil di luar negeri. Terlebih, busana itu bisa meraih penghargaan dengan masuk jajaran top 3 best national costume.

Bukan kali pertama, sebelumnya Bayu juga pernah dipercaya untuk membuat national costume bagi Putri Pendidikan Indonesia 2018 yang ditampilkan di Singapura pada September lalu. Saat itu, dia membuat kreasi busana dengan tema Dewi Sri yang merupakan dewi kesuburan, salah satu legenda di Jawa. Karyanya tersebut juga berhasil meraih predikat best costume.

(ks/lin/emy/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia