Sabtu, 17 Nov 2018
radarkudus
icon featured
Cuitan
Catatan Umrah Direktur Radar Kudus (7)

Menelusuri Jejak Strategi Nabi Muhammad

Kamis, 08 Nov 2018 18:35 | editor : Ali Mustofa

Direktur Radar Kudus Baehaqi

Direktur Radar Kudus Baehaqi (RADAR KUDUS)

SUNGGUH keberuntungan bagi saya. Di sela-sela kesibukan beribadah di tanah suci Makkah bisa menelusuri jejak strategi Nabi Muhammad SAW. Suatu perjalanan mengindari musuh dari Makkah ke Madinah yang terkenal dengan peristiwa hijrah. Nabi menunjukkan kecerdikannya.

Makkah-Madinah berjarak 440 kilometer. Sebelumnya saya menempuh jarak itu dengan bus berkecepatan 120-140 km/jam. Memakan waktu sekitar enam jam. Nabi Muhammad berjalan kaki dan naik unta. Anehnya dia berjalan ke selatan terlebih dahulu. Padahal Madinah berada di sebelah utara. Inilah strategi jitu yang perlu ditiru.

Salah satu bukti kecerdikan itu adalah gua Tsur di jabal Tsur (jabal artinya gunung). Saya berkesempatan ke sana. Jaraknya dari Makkah 12 kilometer. Ditempuh dengan bus sekitar 30 menit. Tidak banyak jamaah umrah yang ke sana. Mereka lebih menyenangi bukit Cinta. Yaitu jabal Rahmah di Arofah atau ke tempat wisata lainnya. Ketika saya ke sana. Puncak gunung itu dipenuhi manusia hingga sulit bergerak.

NAPAK TILAS HIJRAH NABI: Direktur Radar Kudus dan Radar Semarang foto di jabal Tsur.

NAPAK TILAS HIJRAH NABI: Direktur Radar Kudus dan Radar Semarang foto di jabal Tsur. (BAEHAQI/RADAR KUDUS)

Posisi jabal Tsur di sebelah selatan Makkah. Sedangkan Madinah di sebelah utara. Di sinilah kecerdikan Nabi. Rosululloh yang ditemani sahabat Abu Bakar berjalan ke selatan untuk mengelabuhi musuh. Saat itu Nabi memang sedang diburu orang kafir Quraisy untuk dibunuh.

Meski sudah menggunakan strategi jitu akhirnya ketahuan juga. Orang kafir Quraisy menemukan jejaknya. Mereka menelusuri lewat jejak tapak kaki. Tapi jejak itu putus ketika mulai naik ke puncak gunung. Maklum jabal Tsur berupa gunung batu.

Sebelum tertangkap, Nabi bersembunyi di gua. Lubangnya tidak besar. Hanya kedalaman dua meter. Nabi sempat tidur di sana dijaga sahabat Abu Bakar. Para pemburu nabi menemukan gua itu. Tetapi mereka terkelabuhi oleh sarang laba-laba yang menutup lubang gua. Di mulut gua itu juga ada burung merpati yang sedang mengerami telur. Mereka pun mengabaikan bagian dalam gua. Ini juga strategi tetapi langsung dari Allah.

Strategi Nabi dalam mengelabuhi musuh sudah ditunjukkan ketika hendak berangkat ke Madinah. Saat itu beliau merasa terdesak. Rumahnya sudah dikepung. Kemudian Nabi meminta sahabat Ali tidur di ranjangnya dengan selimut yang dipakainya. Para pengintai sempat tertipu. Mereka mengira Rosululloh tidur. Setelah masuk secara paksa, yang ditemukan ternyata Ali. Sedangkan Nabi lolos menuju jabal Tsur tersebut.

Saya sempat naik gunung itu. Tetapi tidak sampai puncak. Hanya sampai kakinya. Kalau sampai puncak membutuhkan waktu enam jam. Ada beberapa rombongan jamaah umrah lain yang juga ke sana. Tetapi mereka hanya foto-foto dengan latar belakang gunung Tsur tersebut. Tak terlihat seorang pun yang mendaki.

Yang terlihat banyak orang mendaki adalah di jabal Nur. Di sana juga ada guanya tempat Nabi Mumammad (sebelum diangkat menjadi nabi) menyendiri. Di situlah Alquran kali pertama diturunkan. Saya juga ke gunung itu. Tapi waktunya tidak memungkinkan untuk naik. Dari bawah terlihat orang-orang berpakaian putih naik ke gunung itu. Terlihat juga ada yang turun. Untuk naik saja sekitar tiga jam.

Di Madinah juga ada jejak kecerdikan Nabi. Yaitu gunung Uhud. Nabi pernah kalah perang di sana. Banyak pasukannya yang gugur. Mereka dimakamkan di kuburan masal di kaki bukit. Ketika saya berkunjung ke sana, hanya ada sedikit orang yang berdoa di makam itu. Sebagian besar menyemut di puncak bukit di sebelahnya. Hanya untuk foto-foto. Tak terlihat seorang pun yang naik ke jabal Uhud.

Sadar akan kekalahan, Nabi menarik pasukan. Disusunlah strategi baru. Memutar ke balik gunung. Kemudian naik ke puncak untuk melakukan serangan balik. Musuh tidak menyadari. Banyaknya pasukan tidak kuasa menghadapi serangan pasukan Nabi dari puncak. Pasukan Rosululloh akhirnya meraih kemenangan telak.

Itu semua adalah bukti bahwa Nabi Muhammad adalah ahli strategi. Strategi politik dan strategi perang. (hq@jawapos.co.id)

(ks/zen/top/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia