Sabtu, 17 Nov 2018
radarkudus
icon featured
Features
Bripka Eko Suryono, Peraih Emas Binaraga

Jadi Atlet karena Kelebihan Kolesterol

Senin, 05 Nov 2018 19:41 | editor : Ali Mustofa

KEKAR: Bripka Eko Suryono (tengah) berhasil mendapatkan medali emas di Poprov Jateng XV 2018 di SMK N 7 Surakarta beberapa waktu lalu.

KEKAR: Bripka Eko Suryono (tengah) berhasil mendapatkan medali emas di Poprov Jateng XV 2018 di SMK N 7 Surakarta beberapa waktu lalu. (SIROJUL MUNIR/RADAR KUDUS)

Karena menderita kolesterol, Eko Suryono rajin berolahraga dan mengatur pola makan. Dalam waktu dua tahun, ototnya mulai terbentuk. Kini, kebiasaan hidup sehat itu membuat Eko meraih beragam prestasi dari cabor binaraga.

SIROJUL MUNIR, Grobogan

Badannya sangat kekar. Otot kekarnya menghiasi semua bagian tubuh. Eko selalu memerlihatkan kekarnya otot itu ketika usai bertanding. Baru-baru ini, polisi berpangkat Bripka itu berhasil mengharumkan Kabupaten Grobogan.

Eko berhasil mendapatkan medali emas dalam Porprov Jateng ke-XV 2018. Dia bertanding di kelas 85+ dengan penampilan body fit. Kemenangan tersebut karena berkat kegigihannya dalam berlatih selama ini.

Untuk menghadapi ajang olahraga empat tahunan itu, Eko tak mau gegabah. Sejak setahun sebelum gelaran Porprov, dia sudah menyiapkan diri. Hasilnya memang memuaskan. ”Saya sangat puas bisa mendapatkan medali emas dan persiapan satu tahun untuk bisa tampil di Porprov Jateng,” kata Eko.

Atas prestasi yang didapatkan, dirinya mendapatkan bonus Rp 50 juta. Bonus tersebut akan dipakai untuk membeli mobil. Spesial diberikan untuk sang istri. Sebagai hadiah atas perhatian dan dukunganya menggeluti olahraga binaraga.

Eko menggeluti binaraga sejak 2010. Saat itu, dia divonis dokter memiliki penyakit kelebihan kolesterol. Hal itu membuat badannya membesar. Hingga menyebabkan lutut dan persendian terasa nyeri.

Sejak itulah, anggota Sabhara Polres Grobogan ini mulai merubah pola hidup dan pola makan. Eko Hercules - sapaan akrabnya - mencoba pola hidup sehat dengan berolahraga rutin. Tak semua makanan dia santap.

Untuk mendukung badanya tetap berotot, dalam sehari Eko selalu makan putih telur 10 butir. Kemudian makan dada ayam dua kilogram ditambah sayuran. Usaha keras itu membuahkan hasil. Selama dua tahun, ototnya mulai terlihat kekar.

Sejak itulah, berbagai kejuaraan dia ikuti. Salah satunya, Body Fit Contest pada 2012 yang memerebutkan Piala Wali Kota Semarang. Eko berhasil menyabet juara IV. ”Saya latihan pagi, siang, sore, sampai malam,” katanya.

Eko sendiri memulai karir sebagai anggota Polri. Dia pernah bertugas menjadi ajudan kapolda Jambi pada 2000 sampai 2001. Selanjutnya ke Provos, 2008 pindah ke Ditlantas Polda Jambi bagian Reg Iden Samsat Polda Jambi. Kemudian, pada 2012 dia kembali ke kampung halaman dan bertugas di Polres Grobogan.

(ks/lid/top/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia