Sabtu, 17 Nov 2018
radarkudus
icon featured
Blora

Puting Beliung Hancurkan Delapan Rumah, Kerugian Ditaksir Ratusan Juta

Senin, 05 Nov 2018 19:10 | editor : Ali Mustofa

TAK BERBENTUK: Warga bersama perwakilan pegawai Kecamatan Ngaringan gotong royong membersihkan serpihan rumah roboh akibat puting beliung di wilayah itu kemarin.

TAK BERBENTUK: Warga bersama perwakilan pegawai Kecamatan Ngaringan gotong royong membersihkan serpihan rumah roboh akibat puting beliung di wilayah itu kemarin. (SIROJUL MUNIR/JAWA POS RADAR KUDUS)

 BLORA – Bencana angin puting beliung menimpa di Dusun Payasan, Desa Kalangdosari, Kecamatan Ngaringan, Grobogan, Sabtu sore (3/11). Ada empat rumah roboh diterjang angin. Puluhan rumah rusak parah. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Kejadian sama terjadi di Kecamatan Tambakromo, Kabupaten Blora. Akibat peristiwa ini dua rumah milik warga rusak parah. Beberapa pohon menutup akses jalan provinsi. Jaringan listrik padam.

Camat Ngaringan, Kabupaten Grobogan, Joko Supriyanto mengatakan, kejadian bencana angin puting beliung terjadi sekitar pada pukul 17.15 Sabtu (3/11). Angin berasal dari selatan ke utara. ”Dari beberapa rumah yang diterjang ada empat rumah roboh. Tapi alhamdulilah tidak ada korban jiwa,” kata Joko Supriyanto.

Kejadian bencana tersebut langsung dilaporkan ke BPBD Grobogan. Usai dapat laporan, BPBD kemudian mengirimkan bantuan. Saat kejadian ada tiga warga tertimpa reruntuhan. ”Beruntung tiga warga ini masih selamat. Tidak ada yang alami luka,” ujarnya.

Pihaknya bersama perwakilan Kecamatan Ngaringan dengan TNI, Polri, BPBD dan PMI memberikan bantuan membersihkan rumah. Kemudian warga yang terkena bencana ikut saudara dan tetangga sekitar. ”Untuk pembangunan rumah yang roboh akan dibuatkan secara gotong royong,” terang dia.

Sementara itu, Kabid Kesiap Siagakan Bencana BPBD Grobogan Budi Prihantoro mengatakan, selain di Desa Kalandosari, Kecamatan Ngaringan, bencana angin puting beliung juga melanda di Desa Katekan, Desa Kronggen, dan Desa Sembukan Kecamatan Brati, pada Sabtu (3/11) sekitar pukul 16.30 WIB.

”Tiga desa di Kecamatan Brati ada beberapa rumah rusak tetapi tidak sampai roboh. Bantuan dari tim SAR sudah diterjunkan ke beberapa titik bencana. Begitu juga dengan bantuan logistik. Pendataan jumlahnya masih kami hitung,” ujarnya.

Di Kabupaten Blora puting beliung di Kelurahan Tambakromo mengakibatkan pohon tumbang. Kemudian menutup Jalan provinsi Cepu-Singget. Berikutnya di Kelurahan Balun. Pohon tumbang menutup jalur provinsi di daerah itu.

Sementara di Desa Nglanjuk, Cepu, pohon tumbang menimpa rumah Hariyono, 53. Kerugian diperkirakan mencapai Rp 3 juta. Begitu juga di Desa Kentong, Cepu. Rumah Salamun ambruk akibat angin kencang. Kerugian mencapai Rp 50 juta.

Anggota tim reaksi cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Blora, Agung Tri menjelaskan, angin kencang terjadi pada Sabtu (3/11) malam. Sebanyak empat desa terdampak musibah itu. Yaitu Desa Tambakromo, Balun, Nglanjuk, dan Kentong. “Tidak ada korban jiwa dalam insiden itu. Namun kerugian ditaksir mencapai Rp 53 juta,” terangnya.

Dia menambahkan, petugas gabungan dari BPBD, kepolisian, dan TNI juga langsung terjun ke sejumlah lokasi untuk mengevakuasi pohon yang tumbang. Itu semua agar tak menutup jalan utama. “Arus lalu lintas sempat tersendat,” terangnya.

Hingga Minggu kemarin, petugas masih menginvetarisasi kerusakan yang terjadi akibat terjangan angin puting beliung itu. Sedangkan arus lalu lintas di sejumlah titik telah dapat terurai karena pohon telah berhasil disingkirkan dari badan jalan.

Manager PT PLN (Persero) Rayon Cepu, M. Alwi Sofian mengaku, hujan dan angin kencang Sabtu (3/11) membuat jaringan listrik antara Cepu-Randublatung padam. Hal sama terjadi jaringan listrik di Kecamatan Cepu, Randublatung, dan Kecamatan Kradenan. Semua suplai  listrik ke rumah warga pelanggan seperti rumah, kantor, dan fasilitas publik padam. “Sekitar pukul 20.15 sebagian yang sudah menyala. Sebagian lagi masih dalam tahap pembenahan,” lanjutnya.

Dia menambahkan, gangguan jaringan listrik ini akibat tertimpa ranting patah dan pohon. Selain itu, banyak atap seng beterbangan, papan reklame roboh, baliho terlepas dan menimpa jaringan listrik.  “Empat tim gangguan langsung kami terjunkan, membenahi gangguan jaringan listrik dari satu titik ke titik lainnya,” tambahnya.

(ks/mun/sub/zen/top/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia