Sabtu, 17 Nov 2018
radarkudus
icon featured
Features
Edy Purwantoro, Desainer Gitar Ukir Jepara

Diminati hingga Perancis, Pernah Dikunjungi Dian Sastro

Sabtu, 03 Nov 2018 07:54 | editor : Ali Mustofa

KHAS JEPARA: Edy Purwantoro saat menerima kunjungan tamu dari luar negeri di rumahnya.

KHAS JEPARA: Edy Purwantoro saat menerima kunjungan tamu dari luar negeri di rumahnya. (DOK PRIBADI)

Edy Purwantoro telah 18 tahun menggeluti produksi gitar ukir. Tak hanya pasar dalam negeri, gitar bikinannya diminati negara-negara Eropa dan Amerika. Ia ingin Jepara dikenal gitar ukirnya menyaingi Bali.

Ririn Aunillah WS, Jepara

AROMA khas kayu seketika tercium saat memasuki rumah produksi usaha mebel yang berada di Desa/Kecamatan Tahunan. Suara bising dari alat pembuat bahan mebel juga terdengar saat wartawan koran ini mengunjungi tempat usaha yang dipimpin pria bernama Edy Purwantoro ini.

Saat Dian Sastro berkunjung.

Saat Dian Sastro berkunjung. (DOK PRIBADI)

Bahkan, bunyi juga sampai terdengar saat memasuki ruang sekretariat berukuran 4x7 meter. Di ruangan tersebut, terlihat puluhan gitar setengah jadi. Gitar-gitar tersebut, masih harus diukir dan dipasangi instrumen elektrik. Ada juga beberapa gitar yang sudah diukir tapi belum dipasang senar.

Ada satu gitar yang cukup menarik perhatian. Gitar tersebut dipajang di pojok ruangan. Gitar kuning keemasan itu, terpacak di dinding. Body gitar diukir uang Rp 5. ”Dengan uang itu pada era 70-an sudah bisa digunakan untuk membeli apapun,” ucap pria yang akrab disapa Mas Garin yang saat itu mengenakan kaus oblong dipadu celana pendek.

Ia juga membuat desain-desain lain, seperti gambar artis Dian Sastro, ilustrasi ikan, bahkan wajah ia dan istrinya, dan masih banyak lainnya. Seni membuat desain gitar ukir itu mengalir begitu saja dalam benaknya. ”Tidak asal-asalan, tetapi bermakna filosofis,” imbuhnya sambil memperlihatkan lembaran-lembaran desain gitarnya.

Proses berkarya itu tak jauh dari hobinya. Bermusik. Pria kelahiran Jepara, 17 April 1974, ini memang suka nge-band. Bahkan, dia dulu sempat memiliki studio musik untuk menyalurkan naluri bermusik ayah dua anak ini.

Saat akan lahir anak pertamanya, Garindra Wira Maulana pada 2000 lalu, terbersit ide membikin gitar ukir. Lalu ia membuat gitar ukir pertamanya. ”Itu saya jadikan untuk hadiah kelahiran anak saya. Saya mau membuat sesuatu yang orang lain tidak punya,” ujarnya. Praktis, umur gitar ukir pertamanya itu setara dengan umur anaknya, 18 tahun.

Dalam memproduksi gitar ukir, ia tidak sendirian. Banyak orang yang terlibat. Ia berperan sebagai owner dan desainer. Sementara untuk yang pengukir dan lainnya ada orang yang membantunya. Sebagian komponen diimpor dari Amerika Serikat.

Gitarnya tergolong gitar listrik. Gitar bikinannya, sudah dibeli ke sejumlah negara seperti Amerika Serikat dan Perancis.

Ditanya soal bahan, dia mengaku, jenis kayu yang biasanya digunakan adalah kayu impor dari Kanada. Tapi ia juga memakai kayu dari Indonesia, mahoni. ”Karena kayu mahoni mudah didapat dan bunyi suaranya juga bagus. Kayu di Indonesia juga banyak ragamnya. Sayangnya, hanya diperlukan untuk kebutuhan ekspor, tapi tak digunakan di dalam negeri,”  ungkapnya.

Tahap pembuatan gitar ini paling lama satu bulan. Menurutnya, kesulitan dalam membuat gitar ukir yaitu motif dan bagian body yang terdapat ruang untuk memantulkan suara. Sampai sekarang, ia sudah mendesain dan menciptakan sekitar 50-an gitar ukir. Ia juga memperbolehkan siapa saja yang mau belajar membuat gitar ukir. ”Tidak ada larangan kalau ingin belajar gitar ukir. Kami terbuka,” tegasnya.

Dia menjelaskan, karyanya ini, pernah ikut di sejumlah pameran. Di antaranya di Jogja dan Jakarta. Tak hanya itu, ia juga sering ditawari mengikuti pameran di luar negeri, seperti di Amerika Serikat. Tetapi ia lebih memilih mengurus pekerjaannya.

Dengan karyanya ini, ia berharap bisa menjadikan Jepara sebagai pusat gitar ukir. Sebab, sampai sekarang masih berpusat di Bali. Tidak hanya itu, tukang ukir Jepara yang berpotensi akan dikumpulkan untuk membuat gitar ukir. Tujuannya, agar gitar ukir Jepara dikenal masyarakat luas dan dengan harga lebih terjangkau bagi masyarakat Indonesia.

”Selama ini, rata-rata peminat gitar ukir dari berbagai negara, seperti India, Amerika Serikat, Inggris, Jerman, dan Perancis. Di Indonesia hanya kalangan artis yang membeli gitar bikinannya,” imbuhnya. 

(ks/him/top/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia