Sabtu, 17 Nov 2018
radarkudus
icon featured
Pati

Keracunan Gas, Satu ABK asal Pati Tewas di Perairan Timika Papua

Jumat, 02 Nov 2018 22:52 | editor : Ali Mustofa

DIPERIKSA: Tim Inafis Polres Pati memeriksa jenazah korban saat tiba di Juwana pada Rabu (31/10) malam.

DIPERIKSA: Tim Inafis Polres Pati memeriksa jenazah korban saat tiba di Juwana pada Rabu (31/10) malam. (DOK POLSEK JUWANA)

 PATI – Seorang anak buah kapal (ABK) KM Gabungan Baru Pangestu asal Desa Trimulyo, Kecamatan Juwana, Puguh Santiko, 21, meninggal di perairan Timika Papua. Jenazanya tiba di Juwana Rabu (31/10) pukul 22.50. Korban meninggal diduga keracunan akibat bocornya gas yang keluar dari pipa freezer kapal.

Kapolres Pati AKBP Uri Nartanti Istiwidayati melalui Kapolsek Juwana AKP Eko Pujiyono menuturkan, jenazah Puguh meninggal pada Selasa (30/10) pukul 09.00 di perairan tersebut karena kecelakaan kerja.

Sesampainya di Juwana, korban diperiksa tim Inafis Polres Pati dan tim medis Puskesmas Juwana. Berdasarkan hasil pemeriksaan, tidak ada tanda-tanda penganiayaan. Hanya saja terdapat luka lecet bagian pelipis mata dan dada bagian kanan saat memperbaiki tempat ikan di freezer kapal. Korban kini sudah diserahkan kepada keluarga dan dimakamkan di Desa Trimulyo.

Eko menambahkan, peristiwa yang merenggut nyawa korban bermula saat kapalnya sedang menangkap ikan di perairan laut Arafuru, Provinsi Papua Barat. Korban merupakan Wakil Motoris III KM. Gabungan Baru Pangestu memperbaiki pipa freezer yang mengalami kebocoran di dalam tempat ikan.

“Korban tiba-tiba pingsan di dalam tempat ikan itu. Selanjutnya rekan-rekan ABK lainnya berusaha mengeluarkan korban dari dalam palka (tempat ikan). Ketika dikeluarkan, korban tidak bergerak. Nakhoda kapal itu lantas menggerakkan kapal menuju pelabuhan terdekat untuk mendapatkan pertolongan medis,” tuturnya.

Namun dalam perjalanan, nyawa korban tak tertolong. Meninggalnya korban diduga karena mengalami keracunan akibat bocornya gas freon yang keluar dari pipa freezer yang bocor saat korban memperbaiki kebocoran palka.

“Korban langsung dibawa ke Juwana dan diserahkan ke keluarganya di Desa Trimulyo, Juwana untuk dimakamkan. Namun sebelum dimakamkan diperiksa terlebih dahulu oleh tim inafis dan tim medis untuk memastikan penyebab meninggalnya korban,” lanjutnya.

(ks/put/zen/top/JPR)

 TOP

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia