Selasa, 18 Dec 2018
radarkudus
icon featured
Pati

Kabupaten Pati Targetkan Jadi Sentra Peternakan Unggas Nasional

02 November 2018, 18: 35: 05 WIB | editor : Ali Mustofa

INVESTASI MENGUNTUNGKAN: Wakil Bupati Saiful Arifin saat melihat peternakan unggas beberapa waktu yang lalu.

INVESTASI MENGUNTUNGKAN: Wakil Bupati Saiful Arifin saat melihat peternakan unggas beberapa waktu yang lalu. (DOKUMEN RADAR KUDUS)

KOTA – Kabupaten Pati menargetkan bakal menjadi sentra peternakan unggas nasional. Untuk mencapai target tersebut, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Pati giat melakukan kajian investasi di sektor usaha unggas. Langkah ini dilakukan supaya banyak investor yang tertarik menanamkan modalnya di sektor tersebut.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Pati Sugiyono melalui Kasi promosi Penanaman Modal Endah Murwaningrum mengungkapkan, dari kajian investasi tersebut, salah satu yang menarik karena usaha peternakan unggas khususnya ayam dan itik sangat menguntungkan. Serta memiliki pasar yang jelas.

Diketahui, pay back periodnya atau balik modalnya sangat cepat. Selain itu juga didukung oleh kebutuhan konsumsi daging yang terbilang tinggi. ”Hasil kajian investasi kami seperti itu. Banyak untungnya. Makanya kami terus gencar untuk menginformasikan kabar baik ini kepada masyarakat umum, terutama calon investor yang berminat menanamkan modalnya di Kabupaten Pati untuk usaha di bidang peternakan unggas. Tak hanya itu, ketersediaan sumber daya alam dan sumber daya manusia juga melimpah di Kabupaten Pati,” papar Endah kepada Jawa Pos Radar Kudus.

Selain itu, saat ini hampir di tiap kecamatan di Kabupaten Pati ada peternaknya. Dihimpun dari data Jawa Pos Radar Kudus, kandang itik di Pati sudah ada hingga jumlah ratusan. Satu kandang ada bibit 1.000-1.500 itik.

”Karena itu jika ada yang berminat berinvestasi di sektor ini, rasanya usaha di bidang pembibitan itik menjadi prospek yang besar. Sebab selama ini para peternak Pati mengandalkan pasokan bibit ayam dan itik dari luar kota. Di Pati belum bisa memenuhi kebutuhan bibitnya sendiri. Sangat tergantung pasokan dari luar kota,” jelas Endah.

(ks/aua/him/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia