Selasa, 18 Dec 2018
radarkudus
icon featured
Pati

Petugas Gabungan Sita Enam Truk Kayu Ilegal dari Rumah Warga

26 Oktober 2018, 20: 34: 43 WIB | editor : Ali Mustofa

DIANGKUT: Kayu hasil dari curian di Desa Ronggo, Jaken, diangkut petugas gabungan kedalam truk Rabu (24/10) lalu.

DIANGKUT: Kayu hasil dari curian di Desa Ronggo, Jaken, diangkut petugas gabungan kedalam truk Rabu (24/10) lalu. (DOK KLHK FOR RADAR KUDUS)

JAKEN – Desa Ronggo, Kecamatan Jaken, menjadi target penggerebegan petugas gabungan Rabu (24/10) lalu. Pada operasi besar-besaran pembalakan liar, petugas berhasil menyita enam truk berisi kayu ilegal.

Petugas gabungan yang terdiri dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), TNI, dan Polri menyita kayu dari lima rumah warga desa tersebut. Yakni rumah Ratmin, Joyo, Suparno, Mulyo, dan Diyono. Dalam kelima rumah itu kayu gelondongan dan sudah menjadi olahan. Beberapa rumah yang menjadi sasaran operasi ada yang tidak ada penghuninya sehingga tidak digeledah.

Saat kedatangan ratusan personel dari kementerian, TNI, dan Polri, warga setempat sempat menghadang saat petugas menggelandang warga karena terbukti menyimpan kayu ilegal. Namun aksi itu kembali kondusif karena banyak personel di lokasi.

Direktur Pencegahan dan Pengamanan Hutan KLHK Sustyo Iriyono menyatakan, Desa Ronggo menjadi salah satu pusat penampungan terbesar di Jawa. Terlebih banyak aduan dari laporan Perhutani pembalakan kayu illegal mengakibatkan kerugian negara.

“Ada enam truk kayu yang diduga hasil dari penebangan illegal yang dilakukan di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur. Operasi besar-besaran ini berjalan lancar karena kami menggandeng TNI dan Polri sebanyak 138 personel. Kami berkomitmen untuk menyelamatkan ekosistem dan kerugian negara,” lanjutnya.

Kayu yang disita itu sebagian masih ada yang utuh dan sudah menjadi barang olahan. Kayu tersebut sementara ini diamankan di Perhutani Pati. Operasi ini nantinya akan dijadikan salah satu model penanganan kasus serupa di wilayah lainnya.

Pihaknya akan mengembangkan kasus ini dengan menyelidiki pihak-pihak lain seperti pemodal, penadah, dan lainnya.“Operasi gabungan akan kami lakukan di daerah lain selain di Jawa Tengah. Ini untuk memberikan efek jera kepada pelaku penebangan liar yang selama ini merugikan negara dan merusak ekosistem. Apabila dibiarkan, maka penebangan hutan ilegal akan semakin merajalela,” tegasnya.

(ks/put/him/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia