Kamis, 21 Nov 2019
radarkudus
icon featured
Kudus

Sempat Muncul Lima Tahun Lalu, Bunga Bangkai Bersemi Kembali

23 Oktober 2018, 18: 33: 46 WIB | editor : Ali Mustofa

LANGKA: Laila warga Desa Nganguk, Kota, mengamati bunga Bangkai yang lima tahun lalu pernah tumbuh di perkarangan rumah Eded Karnadi kemarin.

LANGKA: Laila warga Desa Nganguk, Kota, mengamati bunga Bangkai yang lima tahun lalu pernah tumbuh di perkarangan rumah Eded Karnadi kemarin. (INDAH SUSANTI/RADAR KUDUS)

Share this      

KOTA – Sempat muncul lima tahun lalu, bunga bangkai tumbuh lagi. Masih dilokasi yang sama, bunga bangkai tumbuh di pekarangan rumah milik Eded Karnadi warga RT 3 RW 4, Desa Nganguk, Kota. Bedanya ukurannya kini lebih besar.

Eded Karnadi mengatakan, baru mengetahui bunga langka tumbuh pada Jumat (19/10) sore lalu. Saat itu dia sedang bersih-bersih pekarangan dan melihat kuncup bunga muncul. Dia sudah mengira yang mekar bunga bangkai. Sebab lima tahun lalu pernah tumbuh.

”Ya, saya sirami saja. Tapi hanya sekali. Kemudian Sabtu sore sebagian kelopak mekar. Sampai Minggu malam belum ada perkembangan mekar. Namun, malam harinya saat menjelang isya, bau menyengat seperti bangkai tikus mulai tercium,” jelasnya. Pagi hari ini (red kemarin) kelopaknya mekar penuh dan sudah tidak berbau.

Dia menjelaskan, saat masih kucup ukurannya kecil. Kira-kira 20 sentimeter. Setelah mekar semua kelopaknya tinggi menjadi 34 sentimeter.

Selain memiliki tinggi 34 sentimeter, bunga ini juga memiliki diameter kelopak 32,5 senitimeter. Dengan diameter kuncup berukuran 19 sentimeter dan tinggi kucup ukuran 19,5 sentimeter.

”Lebih besar lima tahun lalu. Diameter kelopak sampai 40 sentimeter dengan tinggi kurang lebih sama dengan kelopaknya 40 sentimeter. Saya juga tidak menyangka kalau bunga Bangkai ini tumbuh lagi,” terangnya.

Sementara itu, salah satu warga Laila, mengaku baru kali ini melihat bunga langka. Mengingat waktu masih sekolah pelajaran pengetahuan umum, kalau bunga Bangkai tumbuh di wilayah Sumatera. Ternyata di Jawa ada.

”Ini baru pertama kali saya melihat langsung. Sebelumnya, hanya dari buku atau internet. Minggu malam baunya menyengat, tapi hari ini (red kemarin) baunya tidak menyengat,” terangnya.

(ks/san/mal/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia