Selasa, 20 Nov 2018
radarkudus
icon featured
Hukum & Kriminal

Bobol Sekolahan, Gasak Rp 80 Juta, Pelaku Masih Buron

Minggu, 14 Oct 2018 23:46 | editor : Ali Mustofa

DIBOBOL MALING: Brankas dirusak kawanan pencuri di SMAN 1 Batangan, Desa Jembangan, Kecamatan Batangan, Pati kemarin.

DIBOBOL MALING: Brankas dirusak kawanan pencuri di SMAN 1 Batangan, Desa Jembangan, Kecamatan Batangan, Pati kemarin. (POLSEK BATANGAN FOR RADAR KUDUS)

PATI – Kawanan pencuri kembali beraksi di wilayah Kabupaten Pati. Jumat (12/10) dini hari lalu SMAN 1 Batangan, Desa Jembangan, Kecamatan Batangan, dibobol maling. Total kerugian senilai Rp 80 juta, dialami pihak sekolah akibat peristiwa pencurian tersebut.

Kapolres Pati AKBP Ury Nartanti melalui Kapolsek Batangan AKP Endang Setyaningsih mengungkapkan, kejadian pencurian sekitar pukul 03.00, dan dilaporkan ke pihak kepolisian pagi harinya sekitar pukul 09.00.

Menurut keterangan saksi yang dihimpun penyidik, para pencuri beraksi dengan cara merusak rumah kunci pintu, dan juga gembok ruangan sekolah. Kejadian pencurian itu sebenarnya dipergoki dua penjaga sekolah, yang pada waktu itu sedang berpatroli di lingkungan sekolah.

(POLSEK BATANGAN FOR RADAR KUDUS)

”Ya saat kedua penjaga melakukan patroli lingkungan sekolah, mereka mendapati ada dua orang pria berjalan di lapangan tengah. Mereka masing-masing menenteng gitar. Setelah itu, dua penjaga sekolah itu meneriaki dua orang tersebut,” papar Kapolsek Batangan AKP Endah Setyaningsih kepada Jawa Pos Radar Kudus.

Mengetahui diteriaki, keduanya langsung melarikan diri ke arah timur. Mereka memanjat tembok pagar, serta membuang dua buah gitar yang juga merupakan barang curian dari sekolah.

Setelah itu, kedua saksi, lanjut kapolsek, memeriksa seluruh ruangan. Para penjaga tersebut mendapati ruangan agama Kristen dalam kondisi pintu terbuka. Kunci, dan gemboknya tidak ada. Setelah dicek, ternyata dibuang di samping ruangan tersebut.

Kemudian, pengecekan dilanjutkan di ruang kepala sekolah. Di ruangan tersebut pintu sebelah barat ruang kepala sekolah juga dalam keadaan rusak. Brankas yang ada di dalamnya kosong dan tak ada isinya. Sedangkan pintu ruang tata usaha dicongkel, uang tunai Rp 10 juta yang disimpan di laci diketahui lenyap.

Selain itu, lanjutnya, uang tunai senilai Rp 70 juta yang disimpan di laci ruang koperasi juga hilang. Total uang senilai Rp 80 juta lenyap dibawa kabur maling. ”Para pelaku sebelumnya memang mengacak-acak beberapa ruangan. Seperti di ruang kepala sekolah. Dan juga merusak brankas, namun di brankas tersebut tidak ada uang. Mereka baru menemukan uang di ruang koperasi dan tata usaha,” imbuh Endah.

Sementara itu pelaku hingga saat ini masih dalam tahap penyelidikan. Petugas kepolisian mengamankan beberapa barang bukti. Seperti dua buah gitar yang ditinggal para pelaku, serta sebuah brankas besi berwarna silver yang dirusak oleh pelaku. Pihak kepolisian hingga kini masih menyelidiki perkara pencurian ini.

Pihak kepolisian mencoba mencari jejak pelaku dengan rekaman data circuit closed television (CCTV). Dari data kamera tersembunyi itu diketahui pencuri menggunakan lampu sorot (senter) dan kepala ditutup topi. Satu pelaku memiliki perawakan kecil, sedangkan kawannya memiliki perawakan sedang dengan wajah ditutup masker.

Selebihnya terkait perawakan atau ciri-ciri pelaku belum dapat diketahui. ”Ada rekaman CCTV, namun saat itu gelap. Ya cukup membantu untuk mendalami kasus ini,” ungkap Endah.

(ks/aua/him/top/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia