Selasa, 18 Dec 2018
radarkudus
icon featured
Pati

Heboh, Satu Lahan Tumbuh Tiga Bunga Bangkai, Begini Penampakannya

11 Oktober 2018, 11: 55: 19 WIB | editor : Ali Mustofa

DILIHAT WARGA: Seorang warga Desa Bageng, Gembong, melihat bunga bangkai di lahan kebun milik Karmui kemarin.

DILIHAT WARGA: Seorang warga Desa Bageng, Gembong, melihat bunga bangkai di lahan kebun milik Karmui kemarin. (SRI PUTJIWATI/RADAR KUDUS)

GEMBONG – Kemunculan bunga bangkai di lahan milik Karmui, 60, warga Dukuh Pelem Keong, Desa Bageng, Gembong menggegerkan warga setempat. Di lahan yang ditanami tanaman jeruk pemelo dan panili tersebut, tumbuh tiga bunga bangkai sekaligus. Kemunculannya memunculkan mitos bahwa musim kemarau akan berakhir.

Luas lahan belakang rumah milik Karmui itu sekitar satu hektare. Memasuki lahan tersebut sekilas tidak tercium bau yang tak sedap. Namun ketika mendekati bunga bangkai di lahan itu, baunya mulai terasa. Ada tiga bunga yang jaraknya dari satu bunga ke bunga bangkai lainnya sekitar dua meter.

Beberapa tetangganya penasaran dan melihat bunga tersebut. Mereka penasaran dengan bentuk dan femonema bunga yang tak sembarang tumbuh di pemukiman warga. Terlebih, kemunculan bunga bangkai di desa setempat terakhir tumbuh 2014 lalu di rumah Sabiri, warga lainnya di Desa Bangeng.

Karmui mengatakan, bunga bangkai itu muncul bersamaan dalam empat hari terakhir. Ketiganya kini mulai mekar. Ia mengetahuinya saat hendak menyirami tanaman jeruknya di lahan belakang rumah. Mulanya bunga itu masih kecil, kini tingginya sudah mencapai 25 sentimeter.

“Empat hari lalu waktu pagi-pagi saya mau menyiram tanaman jeruk pamelo belakang rumah, mencium bau tak sedap. Setelah saya cari-cari, ternyata udah tumbuh tiga bunga bangkai. Kini bunganya sudah bermekaran. Bunga tersebut tumbuh di tengah lahan yang araknya dua meter,” tuturnya.

Pria yang berprofesi sebagai penjual jeruk pamelo ini memberitahukan kepada tetangganya. Sehingga banyak tetangganya yang kepo dan melihat tumbuhnya bunga langka bernama lain Amorphophallus Titanum. Karmui membiarkan bunga itu tumbuh di lahannya. Terlebih bunga bangkai cepat layu.

“Kalau dari mitos warga setempat, munculnya bunga bangkai ini menandakan berakhirnya musim kemarau. Beberapa bulan ini dilanda kemarau panjang. Sehingga dengan kemunculan bunga bangkai, musim hujan diperkirakan akan segera tiba,” katanya.

(ks/put/him/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia