Selasa, 23 Oct 2018
radarkudus
icon featured
Ekonomi

Harga BBM Naik Lagi, Warga Cuek

Kamis, 11 Oct 2018 06:10 | editor : Ali Mustofa

NAIK LAGI: Harga BBM jenis Pertamax kembali naik kemarin. Masyarakat tak peduli atas kenaikan BBM jenis Pertamax.

NAIK LAGI: Harga BBM jenis Pertamax kembali naik kemarin. Masyarakat tak peduli atas kenaikan BBM jenis Pertamax. (DONNY SETYAWAN/ RADAR KUDUS)

KUDUS – Pertamina kembali menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM). Kenaikan ini tidak termasuk Premiun dan Pertalite. Kenaikan BBM itu rata-rata Rp 900 per liter. Pengumuman diberikan di seluruh stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) pada pukul 11.00. Pengumuman kenaikan itu mendadak. Lantaran hanya selang beberapa menit dari keputusan kenaikan.

Seperti disampaikan Supervisor SPBU Ngembal Kulon Agus Susanto mengatakan, sebelumnya tidak ada pemberitahuan dan tanda-tanda ada kenaikan BBM. Baru pukul 11.00 diedarkan surat resminya. Saat itu juga langsung mengubah digital pada nozzle menyesuaikan harga baru.

”Pengubahan digital nozzle tidak mengganggu pelayanan. Karena pukul 11.00 waktu yang tidak terlalu krodit. Setting data baru tidak butuh waktu lama. Cukup lima menit. Tapi, pembeli BBM juga tidak begitu heboh. Saya rasa banyak yang belum tahu,” ungkapnya kemarin.

Agus menjelaskan, kenaikan BBM kali ini diperuntukkan Pertamax semula Rp 9.500 menjadi Rp 10.400, Pertamax Turbo semula Rp 10.700 menjadi Rp 12.250, kemudian Dexlite dari semula Rp 9.000 menjadi Rp 10.500, Pertamina Dex semula Rp 10.500 menjadi Rp 11.850 per liter.

Dia menambahkan, BBM mengalami kenaikan lima kali. Namun, respon masyarakat biasa saja. Tidak seperti dulu, kalau ada info kenaikan BBM langsung ada antrean di SPBU. Sekarang ini Pertamina memberikan informasi juga mendadak.

Salah satu pembeli Pertamax Dita Maharani asal Pati mengatakan, tidak tahu kalau ada kenaikan harga. Ia juga tidak terlalu memperhatikan harga, tapi kalau terus naik lama-lama berat juga.

”Ya, kalau sudah terlanjur naik mau bagaimana lagi, memang sudah menjadi kebutuhan utama BBM. Saya berharap suatu saat bisa turun harga, tapi kemungkinan susah untuk bisa turun harga,” terangnya.

Kepala Dinas Perdagangan Kudus Sudiharti melalui Kabid Fasilitas Perdagangan Promosi dan Perlindungan Konsumen Imam Prayetno mengatakan, mendapat kabar dari Pertamina kenaikan BBM pukul 10.30.

”Memang sebelumnya tidak ada pemberitahuan, tiba-tiba saja ada edaran kalau ada kenaikan BBM. Tapi berdasarkan pantaun beberapa SPBU kondisinya normal,” jelasnya. 

(ks/san/zen/top/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia