Selasa, 18 Dec 2018
radarkudus
icon featured
Rembang

Dewan Bakal Fasilitasi Pro Kontra Pasar Kota Rembang, Ini Alasannya

10 Oktober 2018, 19: 11: 06 WIB | editor : Ali Mustofa

MAYORITAS MENOLAK: Para pedagang yang tergabung dengan Ikatan Pedagang Pasar Rembang (IP2R) berencana menggalang dukungan hari ini dengan meminta tanda tangan.

MAYORITAS MENOLAK: Para pedagang yang tergabung dengan Ikatan Pedagang Pasar Rembang (IP2R) berencana menggalang dukungan hari ini dengan meminta tanda tangan. (SAIFUL ANWAR/RADAR KUDUS)

KOTA – Wakil ketua DPRD Rembang, Bisri Cholil Laquf, akan memfasilitasi para pedagang yang menolak pemindahan pasar kota Rembang. Hal itu setelah muncul, adanya penolakan pemindahan dari  hampir 90 persen pedagang.

Rencananya penolakan pedagang yang tergabung dalam Ikatan Pedagang Pasar Rembang (IP2R) tersebut, akan digelar Rabu (10/10) pagi. Aksi di gelar dengan mengumpulkan tanda tangan sebagai pernyataan menolak atau mendukung pemindahan pasar.

”Kami juga memfasilitasi untuk audiensi, tapi belum dijadwalkan. Kalau bisa sebelum pembahasan anggaran (2019),” terangnya.

Sebagaimana diberitakan, Pasar Kota Rembang akan dipindah sekitar 500 meter ke barat. Tepatnya di bekas pasar hewan.  Saat ini, pembangunan Pasar Rembang baru itu masih dalam tahap Detail Engineering Design (DED) oleh konsultan.

Dari APBD Induk 2019, Pemkab Rembang berencana menggelontorkan anggaran sebesar Rp 60 miliar. Sementara, sisanya akan dianggarkan di tahun berikutnya.

Sebagaimana diberitakan, pemindahan pasar ditujukan untuk penataan kota. Sebab, pasar dengan luas 1,4 hektar yang ada saat ini sudah melebihi kapasitas. Banyak pedagang yang berjualan di luar pasar, bahkan di jalan-jalan hingga membuat jalan tersendat.

Di lokasi baru nanti, pemkab menyiapkan lahan sekitar 2,3-2,6 hektar. Dengan seluas itu, diperkirakan sebanyak 2.000 pedagang dapat tertampung.

Sementara itu, dari penelusuran Jawa Pos Radar Kudus para pedagang di Pasar Kota Rembang hanya bisa pasrah menyusul rencana pemindahan pasar ke Pasar Hewan. Mereka tak bisa apa-apa, sebab jika menolak pun, pada akhirnya juga tetap di pindah.

Salah satu pemilik kios di Pasar Kota Rembang, Hidayat mengungkapkan, dirinya tak punya pilihan lain apabila harus pindah. Sebab, hal itu memang menjadi kewenangan pemkab.

”Mau tak mau harus pindah kalau memang jadi. Soalnya memang sudah lama rencananya,” paparnya saat ditemui kemarin.

Di lokasi baru nanti, Hidayat yang merupakan pemilik kios pakaian itu menyebut dijanjikan gratis oleh pemkab. Yakni, tidak ada iuran bulanan sebesar Rp 99 ribu seperti sekarang ini. Ketentuan sama juga diperuntukkan bagi pemilik los yang saat ini dikenai iuran Rp 5 ribu per hari.  

Hal senada diungkapkan Pakno, pemiliki los sandal sepatu. Dia mengaku tak punya pilihan lain selain mengikuti keinginan pemkab. Apalagi, rencana pemindahan itu sudah lama.

”Dari 2015 sebenarnya sudah ada isu itu, tapi sampai sekarang juga belum jelas. Pasrah saja kalau harus pindah,” kata warga Tambak Agung, Kaliori tersebut.

(ks/ful/ali/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia