Selasa, 23 Oct 2018
radarkudus
icon featured
Kudus

Hindari Pasien Membeludak, Puskesmas Naik Kelas

Sabtu, 06 Oct 2018 09:47 | editor : Panji Atmoko

TINGKATKAN PELAYANAN: Gubernur Jateng Ganjar Pranowo (kanan berdiri) bersama Bupati Kudus M Tamzil (kiri) dan Wabup Hartopo (dua dari kanan) meninjau pasien saat peresmian gedung baru RSI Sunan Kudus kemarin.

TINGKATKAN PELAYANAN: Gubernur Jateng Ganjar Pranowo (kanan berdiri) bersama Bupati Kudus M Tamzil (kiri) dan Wabup Hartopo (dua dari kanan) meninjau pasien saat peresmian gedung baru RSI Sunan Kudus kemarin. (DONNY SETYAWAN/RADAR KUDUS)

KUDUS – Bupati Kudus Muhammad Tamzil mencanangkan peningkatan puskesmas pada tahun depan. Hal ini bertujuan untuk menghindari agar pasien tidak membeludak di rumah sakit (RS).

Hal ini dikatakan saat menghadiri peresmian gedung utama Rumah Sakit Islam (RSI) Sunan Kudus kemarin. Dia mengatakan, hal itu untuk memaksimalkan adanya rujukan berjenjang dari BPJS Kesehatan. ”Rujukan berjenjang membawa pola yang baik untuk puskesmas. Untuk itu, puskesmas harus berbenah agar masyarakat merasa lebih nyaman,” katanya.

Peresmian gedung ini juga dihadiri Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo. Dia menerangkan, kalau hari ini masih membicarakan politik kesehatan hilir, semua orang yang sakit ingin ditampung di rumah sakit. Namun, dampak yang ditimbulkan pasien makin membeludak.

”Sekarang kalau periksa disarankan ke puskesmas saja. Jadi, harus mengubah pemikiran memilih fasilitas kesehatan sesuai dengan keinginan. Karena sekarang rujukan pasien BPJS Kesehatan sudah berjenjang,” jelasnya.

Dia menuturkan, namun yang terpenting justru menerapkan pola hidup sehat. Dia juag mempunyai program pola hidup sehat. Di antaranya dengan membiasakan mencuci tangan sert gemar makan buah dan sayur.

Lingkungan aparatur sipil negara (ASN) mulai diterapkan program Jumat Bersih. Jadi, setelah berolahraga ASN lanjut bersih-bersih lingkungan. Mulai dari hal sederhana ini, diharapkan bisa menjaga kesehatan.

Ganjar mengatakan, lingkungan bersih dengan pola hidup bersih bisa meminimalisasi timbulnya penyakit. ”Kalau tidak sakit tidak perlu ngeklaim (BPJS Kesehatan, Red). Dan tidak berbicara soal rumah sakit,” ungkapnya.

Sementara itu, saat peresmian gedung utama RSI, gubernur yang berpasangan dengan Taj Yasin ini, menyempatkan keliling melihat ruang di gedung baru. Di kesmepatan ini, dia menyampaikan sejumlah berpesan.

Di antaranya pelayanan di rumah sakit kepada masyarakat tidak boleh menolak pasien. Selain itu, petugas rumah sakit harus menjelaskan secara clear kepada pasien. Mulai dari penyakit sampai soal penggunaan BPJS Kesehatan. Dengan dijelaskan secara rinci dan bahasa yang mudah dipahami, diharapkan mengurangi komplain-komplain dari pasien. ”Saya melihat pelayanan di RSI Sunan Kudus ini sudah baik,” ujarnya.

Direktur RSI Sunan Kudus dr Sunaryo Gana, mengatakan, adanya gedung utama baru ini, pihaknya ingin memberikan pelayanan yang maksimal kepada pasien. Harapannya, rumah sakit ini bisa menjadi tujuan masyarakat untuk berobat. Tidak hanya Kudus, tapi juga dari luar kota.

”Kami harapannya tidak muluk-muluk, RSI Sunan Kudus menjadi tujuan utama pemeriksaan. Kami sudah melengkapi dengan berbagai fasilitas medis dan tenaga yang berkualitas,” jelasnya. (san/lin)

(ks/san/aji/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia