Selasa, 23 Oct 2018
radarkudus
icon featured
Pendidikan

Tim PPPE UMK Kudus Gandeng Usaha Mikro menuju Pasar Ekspor

Sabtu, 22 Sep 2018 08:34 | editor : Ali Mustofa

BANTU MESIN JAHIT: Tim PPPE UMK membantu penerapan teknologi desaign dan potong serta jahit tas berkualitas ekspor kepada mitra UKM Elfa Jaya dan Az Zahra.

BANTU MESIN JAHIT: Tim PPPE UMK membantu penerapan teknologi desaign dan potong serta jahit tas berkualitas ekspor kepada mitra UKM Elfa Jaya dan Az Zahra. (TIM PPPE UMK FOR RADAR KUDUS)

BAE - Universitas Muria Kudus (UMK) melalui Program Pengembangan Produk Ekspor (PPPE) berkomitmen ajak usaha mikro menuju pasar ekspor. Keseriusan tersebut diwujudkan dengan pemberian bantuan berupa mesin jahit untuk produksi, mesin jahit bartex (mesin icik) dan pemberian alat potong bahan.

Selain itu, tim PPPE juga melakukan perbaikan ruang produksi, penataan ruang show room dan gudang kepada dua mitra UKM yaitu Az-Zahra milik H. Niam dan Elva Jaya milik Nurhadi, di desa Loram Kulon, kabupaten Kudus.

Ketua tim PPPE Drs. Masluri, MM., mengatakan ke dua mitra tersebut dinilai potensial memasuki pasar ekspor. Karena selama tiga tahun terakhir pasar domistik berkembang cukup pesat. ”Terjadi penjualan secara signifikan setelah satu tahun terakhir mengikuti program PPPE. Penjualannya tumbuh mendekati 20%,” jelasnya.

Pratomo Setiaji, S.Kom, M.Kom anggota tim PPPE menjelaskan, dengan penambahan peralatan berupa mesin jahit dan mesin jahit bartex, varian produk menjadi bertambah khususnya untuk produk tas sekolah.

”Tim PPPE berupaya memperbaiki manajemen pemasaran terhadap kedua UKM Mitra tersebut. Meliputi produksi, harga distribusi dan promosi,” tutur Pratomo Setiaji.

Selain itu, menurut Arif Setiawan, S.Kom, M.Cs., anggota tim PPPE juga memberikan pendampingan dengan melakukan inovasi terhadap pengembangan produk. Beberapa hal yang dilakukan antara lain dengan membuat display produk dan penataan show room. Hal itu dilakukan guna memudahkan calon pembeli untuk melihat produk yang diminati.

”Yang selama ini terjadi adalah produk yang dihasilkan belum di display dengan baik, sehingga setiap ada pemesan baru sibuk mencarikan produk yang dimaksud oleh pembeli. Selain kurang efisien tentunya juga kurang menarik,” ungkap Arif Setiawan.

 Masih ada lagi upaya yang dilakukan oleh Tim PPPE. Yakni membuat mekanisme penghitungan biaya produksi untuk menghitung laba yang dihasilkan.

Selain itu Tim PPPE juga menciptakan mekanisme penjualan dengan  meningkatkan penjualan melalui agen-agen. Juga memanfaatkan ini web service guna memaksimalkan promosi.

”Sebelum ada pendampingan, pengusaha mitra masih mengandalkan penjualan melalui agen juga penjualan langsung, dan melalui getok tular. Dirasa kurang efektif dan jangkauannya sangat terbatas maka kami mengaplikasikan web service,” imbuhnya.   

Setelah dilakukan pendampingan selama tiga tahun dari 2016 sampai 2018, target ekspor mulai tercapai. Penjualan bisa merambah ke luar negeri seperti Malaysia, Singapura dan Brunei Darussalam. (lia)

(ks/top/top/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia