Selasa, 23 Oct 2018
radarkudus
icon featured
Jepara

Duh! Piutang Iuran Peserta JKN Mandiri Jepara Tembus Rp 12,3 Miliar

Jumat, 21 Sep 2018 18:54 | editor : Ali Mustofa

Duh! Piutang Iuran Peserta JKN Mandiri Jepara Tembus Rp 12,3 Miliar

KOTA – Piutang iuran peserta jaminan kesehatan nasional (JKN) mandiri di Kabupaten Jepara mencapai Rp 12,3 miliar. Jumlah itu dari awal tahun hingga Agustus.

Hal ini disampaikan Kepala BPJS Cabang Kudus, Dody Pamungkas kemarin. Dody mengatakan, jumlah piutang iuran peserta JKN mandiri per Agustus mencapai Rp 12,344 miliar. Jumlah piutang itu berasal dari kepesertaan kelas I, kelas II, maupun kelas III.

Jumlah penunggak di kelas I mencapai 3.947 peserta. Jumlah piutang Rp 3,413 miliar. Jumlah penunggak di kelas II mencapai 7.762 peserta. Total piutang Rp 3,724 miliar. Piutang terbanyak di kelas III. Di kelas ini, jumlah penunggak 21.710 peserta. ”Total piutang kelas III mencapai Rp 5,205 miliar,” katanya kepada Jawa Pos Radar Kudus.

Piutang-piutang itu, dikatakan Dody, menyebar di seluruh kecamatan di Kabupaten Jepara. Tertinggi piutangnya di Kecamatan Jepara. Di kecamatan itu sebanyak 3.508 peserta menunggak. Total piutang mencapai Rp 1,525 miliar.

Tunggakan itu terjadi, dikatakan Dody, lantaran, banyak pasien yang sebelumnya mendaftar sebagai peserta JKN saat dirawat namun setelah selesai perawatan tidak mau membayar iuran. ”Ada yang sakit pada tahun 2014, saat sakit mendaftar namun setelahnya tidak mau bayar sehingga tunggakannya banyak,” ujarnya.

Selain itu ditemukan pula ada masyarakat yang menunggak dan ketika didatangi mengaku, mendaftar peserta JKN sebagai syarat memperoleh pelayanan publik lainnya. ”Kartu JKn sebagai syarat mendaftar PDAM misalnya, itu kami temukan di Kudus. Karena mereka tidak pernah sakit maka mereka tidak mau membayar,” tuturnya.

Dengan kondisi ini, Dody menjelaskan, pihaknya berupaya melakukan langkah-langkah untuk menekan piutang. Khususnya untuk jumlah piutang terbanyak dari peserta kelas III.

Pihak BPJS Kesehatan sudah menyiapkan data peserta menunggak kelas III per desa. Data itu dibreakdown ke desa. Dari desa itulah nantinya diinformasikan kepada masyarakat melalui kepala desa.

Di sisi lain, dia menjelaskan, kader JKN bekerjasama dengan kecamatan dan desa untuk menindaklanjuti piutang iuran kepada peserta. ”Supaya tidak terjadi piutang, peserta membayar iuran secara rutin sebelum tanggal 10 setiap bulannya,” imbuhnya.

(ks/emy/zen/top/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia