Selasa, 23 Oct 2018
radarkudus
icon featured
Kudus

Diburu Warga, Sego Jangkrik Dijual hingga Rp 25 Ribu

Jumat, 21 Sep 2018 17:24 | editor : Ali Mustofa

DEMI NASI PENUH BERKAH: Warga bejubel antre untuk mendapatkan sego jangkrik di Jalan Menara Kudus kemarin pagi.

DEMI NASI PENUH BERKAH: Warga bejubel antre untuk mendapatkan sego jangkrik di Jalan Menara Kudus kemarin pagi. (DONNY SETYAWAN/RADAR KUDUS)

KUDUS – Dalam rangkaian acara buka luwur makam Sunan Kudus, sego jangkrik menjadi sesuatu yang paling diburu masyarakat. Mereka percaya, sego putih yang dibungkus daun jati dengan lauk daging kerbau ini, mengandung berkah Sunan Kudus.

Beragam cara dilakukan untuk memperoleh sebungkus sego jangkrik. Mulai dari yang harus berjuang berdiri di antrean panjang. Hingga mereka yang memilih untuk mendapatkannya secara instan. Beberapa orang memilih untuk membeli sego jangkrik, meski dengan harga beragam.

”Saya tadi ditawari beli sego jangkrik sama ibu-ibu. Kebetulan dapat harganya murah. Satu bungkus Rp 10 ribu. Padahal tahun lalu, saya beli satu bungkus Rp 20 ribu,” ujar Abdul Salam, warga Kecamatan Dawe, Kudus, ini kepada Jawa Pos Radar Kudus kemarin.

(DONNY SETYAWAN/RADAR KUDUS)

Ia menyebut, harga yang sego jangkrik yang dijual kembali memang bervariatif. Mulai dari Rp 10 ribu hingga Rp 25 ribu. Menurutnya, harga itu bukan harga yang mahal. Sebab, perjuangan mendapatkannya juga susah. ”Kalau melihat perjuangan harus menembus antrean panjang dan berdesakan ya pantas lah harganya,” imbuhnya.

Sebelum akhirnya memutuskan untuk membeli sego jangkrik, ia mengaku sudah ikut antre. Dari antrean tersebut, ia mendapatkan satu bungkus sego jangrik. Namun karena ia masih butuh beberapa bungkus lagi, ia memutuskan membeli.

Ia mengaku, di rumahnya ada beberapa orang. Saudara juga biasanya minta. ”Kebetulan tadi ada yang nawari. Saya beli beberapa bungkus,” katanya sambil meletakkan beberapa sego jangkrik ke dalam jok motornya.

Sementara itu, seorang perempuan berusia lanjut Kasminah, 70, mengaku sangat menginginkan sego yang diyakini penuh berkah itu. Meskipun fisiknya tak sekuat lainnya, ia tetap ikut berdiri berdesakan di tengah antrean panjang. ”Tadi saya ke sini (Menara Kudus, Red) sama cucu. Kami berangkat pagi-pagi sekali. Terus ikut antre. Sego ini nanti akan saya bawa pulang,” ujarnya sambil memegang erat bungkusan sego berbungkus daun jati itu.

Ia sempat mengeluh kakinya ngilu usai keluar dari antrean panjang itu. Namun, ia tak begitu mempermasalahkan. Rasa sakit itu, telah terbayarkan dengan sebungkus sego jangkrik yang telah dimasukkan ke dalam tas kain itu.

Hingga sekarang masyarakat mempercayai, sego bungkus yang diperoleh dari prosesi buka luwur makam Sunan Kudus akan membawa berkah bagi kehidupan. Sejumlah warga yang mendapatkan tampak semringah setelah mendapatkan. Ada yang dengan segera menyantap bersama rekan-rekannya di tempat.

Ada yang membawa pulang, dimanfaatkan untuk bahan campuran makanan ayam atau ternak lain. Harapannya ternak tak mudah terserang penyakit. Ada juga yang mengawetkan untuk campuran saat memasak sego.

Pembagian berkat umum berupa sego jangkrik ini, dimulai pukul 05.00. Meski begitu, terlihat sejak subuh warga sudah ramai membentuk antrean panjang. Tak perlu waktu lama, ribuan bungkus sego jangkrik habis dalam sekejap. ”Pukul 09.30 berkat umum (bungkusan sego jangkrik, Red) sudah habis terdistribusikan kepada warga,” kata Koordinator Humas Buka Luwur Sunan Kudus 2018 Wildan Hakiki.

Pembagian berkat umum ini dibagi dua, putra dan putri. Selain berkat umum, juga dibagikan berkat keranjang untuk para tamu undangan sejumlah 2.498 keranjang. Semua bungkusan berkat tersebut diolah dari 11 ekor kerbau dan 84 ekor kambing. Total beras sedekah sebanyak 12.126 kg. Namun yang dimasak hanya 6.760 kg.

”Kami ucapkan terima kasih kepada semua masyarakat yang telah memberikan sedekahnya. Semoga semuanya bisa menjadi berkah,” katanya.

(ks/daf/lin/top/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia