Selasa, 23 Oct 2018
radarkudus
icon featured
Politik

Akhirnya Mantan Napi Koruptor Masuk DCT Pemilu Legislatif 2019

Jumat, 21 Sep 2018 16:54 | editor : Ali Mustofa

DIUMUMKAN MULAI HARI INI: KPU Rembang menggelar rapat pleno penetapan DCT kemarin.

DIUMUMKAN MULAI HARI INI: KPU Rembang menggelar rapat pleno penetapan DCT kemarin. (SAIFUL ANWAR/RADAR KUDUS)

REMBANG – Nur Hasan, bakal calon legislatif (bacaleg) dari Partai Hanura akhirnya bisa bernafas lega. Mantan napi korupsi ini, masuk daftar calon tetap (DCT) yang ditetapkan KPU Rembang kemarin. Padahal, sebelumnya dia ditetapkan tidak memenuhi syarat (TMS) bacaleg.

Ketua KPU Rembang Minanus Suud, mengungkapkan, pihaknya memasukkan Nur Hasan ke dalam DCT setelah menerima surat edaran (SE) dari KPU RI pada Rabu (19/9) malam. Pihaknya kemudian mengirim surat kepada Bawaslu Rembang. ”Isinya, bahwa sidang adjustifikasi Nur Hasan bisa ditindaklanjuti dan memasukkan nama yang bersangkutan ke DCS dan DCT,” terangnya usai sidang pleno DCT di kantor KPU Rembang kemarin.

Dikonfirmasi kemarin, Nur Hasan mengaku lega. Caleg dari Partai Hanura dapil 4 ini, berterima kasih kepada KPU Rembang sudah melaksanakan undang-undang yang berlaku. Dia berharap, meski dirinya mantan napi korupsi, namun jangan disamaratakan dengan semua koruptor. ”Jangan disamaratakan semua mantan koruptor itu pasti kotor. Harus dilihat sekarang seperti apa,” paparnya kemarin.

Sebagaimana diketahui, pria bernama lengkap Muhamad Nur Hasan yang merupakan ketua Partai Hanura Kabupaten Rembang ini, sempat masuk daftar bacaleg TMS. Sebab, dia pernah menjadi napi korupsi atas kasus dana hibah pembangunan musala senilai Rp 40 juta.

Sebab, KPU Rembang mengacu PKPU No.20 tahun 2018 yang salah satu isinya melarang mantan napi korupsi menjadi peserta Pemilu Legislatif (Pileg) 2019. Nur Hasan lalu mengajukan adjustifikasi. Bawaslu mengabulkan permintaannya.

KPU Rembang sempat tidak menindaklanjuti rekomendasi Bawaslu. Sebab belum ada instruksi dari KPU RI. Lalu, menyusul turunnya SE dari KPU RI, akhirnya Nur Hasan masuk DCT.

Dengan dimasukkannya Nur Hasan ke DCT, jumlah caleg yang akan memperebutkan 45 kursi anggota DPRD Rembang menjadi 444 orang. Jumlah itu, sudah termasuk dicoretnya bacaleg Hanura Wiwiek Listiyani. Dia mengundurkan diri pada awal pekan ini. Dengan jumlah itu, 16 parpol yang bersaing juga telah memenuhi syarat 30 persen keterwakilan perempuan.

Sementara di Grobogan, komisioner KPU menetapkan 596 caleg masuk DCT. Hal itu, setelah KPU lakukan rapat pleno yang telah disetujui parpol kemarin.

Ketua KPU Grobogan Afrosin Arif, mengatakan, penetapan DCT dilakukan setelah verifikasi dan tanggapan dari masyarakat. Selanjutnya dilakukan rapat pleno untuk penetapan DCT. ”DCT Pileg Kabupaten Grobogan kami tetapkan jadi 576 orang. Sebab, ada tiga caleg dari PPP mengundurkan diri,” katanya usai rapat pleno kemarin.

Keputusan penetapan DCT Pileg 2019 ditetapkan Nomor 184/KPU.Kab.012.329260/IX/2018. Nama-nama yang lolos masuk DCT diumumkan di media massa pada 21-23 September. Kemudian diumumkan ditempelkan di masing-masing kantor kelurahan/kepala se-Kabupaten Grobogan. Selain itu, juga di website resmi KPU.

Dijelaskan, tiga caleg PPP yang mundur itu, salah satunya Siti Fadhilah caleg PPP dapil 2 nomor urut 9. Dua caleg lain, dari PPP Dapil 5 nomor urut 6 Nor Kholis dan nomor urut 9 Indah Sakhawatun Ulya Faqih.

Selain itu, dua calon bacaleg yang merupakan kepala desa (kades) telah menyerahkan berkas SK Pemberhentian Kades dari bupati Grobogan pada Selasa (18/9) lalu. Dua caleg ini, Kepala Desa Gebangan, Wirosari, Subandrio, dan Kepala Desa Jetis, Karangrayung, Burhanudin. Keduanya berasal dari PDI Perjuangan. ”Setelah menyerahkan SK Pemberhentian Kades dari bupati, maka mereka ditetapkan di DCT,” ujarnya.

Sedangkan di Pati, KPU telah menetapkan 577 caleg DCT. Penetapan DCT itu melalui berbagai tahapan. Dari daftar caleg sementara (DCS) sebelumnya 580 yang ditetapkan ke DCT berkurang tiga orang. Sebab, satu meninggal dunia dan dua lainnya mengundurkan diri.

Komisioner KPU Pati Supriyanto, mengatakan, penetapan DCT sudah dilakukan dengan mengundang parpol peserta Pemilu 2019. Mulanya KPU Pati menetapkan 570 bacaleg ke DCS. Dalam perjalanannya, ada sidang sengketa hasil pemilu. Akhirnya mengakomodasi 10 bacaleg dari PKS ke DCS. Sehingga DCS bertambah menjadi 580 bacaleg.

Pada tahapan sebelum penetapan DCT, ada bacaleg dari PKB meninggal dunia. Namun sudah diganti. Setelah itu, ada caleg dari Partai Hanura dari dapil 2 meninggal, namun tak diganti. Juga ada dua caleg PKS dapil 5 dan PDI P dapil 5 mengundurkan diri dan tak diganti. ”Akhirnya DCT ditetapkan dengan 577 caleg. Persentase caleg perempuan sudah memenuhi,” ujarnya.

Supri mengaku, kelengkapan dokumen caleg semuanya sudah rampung. Termasuk dua anggota dewan yang dicalonkan partai lain sudah memberikan surat pengunduran diri. Juga dua kades yang nyaleg sudah menyertakan surat keputusan dari bupati tentang pemberhentian. ”Semua caleg sudah melengkapi dokumen,” katanya.

Setelah penetapan DCT, selanjutnya tahapannya masuk kampanye. Mulai 23 September 2018 sampai 13 April 2019. Peraturan kampanye hampir sama dengan pemilu sebelumnya. ”Pada kampanye nanti, caleg diperbolehkan menggelar pertemuan terbatas, tatap muka, pemasangan alat peraga kampanye, dan lainnya,” imbuhnya.

(ks/ful/mun/put/lin/top/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia