Senin, 24 Sep 2018
radarkudus
icon featured
Pati

Warga Keluhkan Pelayanan BPJS, Imam Suroso: Kami Perjuangkan!

Senin, 03 Sep 2018 07:08 | editor : Ali Mustofa

GAYENG: Anggota DPR RI H. Imam Suroso memberikan penjelasan tentang Badan POM dan pentingnya menjaga NKRI di RM Sapto Renggo Baru, Jumat (31/7) lalu.

GAYENG: Anggota DPR RI H. Imam Suroso memberikan penjelasan tentang Badan POM dan pentingnya menjaga NKRI di RM Sapto Renggo Baru, Jumat (31/7) lalu. (SRI PUJIWATI/RADAR KUDUS)

KOTA – Anggota Komisi IX DPR RI H. Imam Suroso terus menyapa masyarakat memberikan pencerahan tentang bahaya makanan, obat, dan kosmetik berbahaya yang mengandung bahan kimia. Ia juga menyerap aspirasi masyarakat, salah satunya keluhan warga tentang pelayanan BPJS.

Bacaleg DPR RI dari PDI Perjuangan nomor urut 7 ini mengaku, terus memperjuangkan aspirasi rakyat ke pusat. Untuk itu dirinya kerap menyapa langsung warga yang tersebar di Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan. Pada acara sosialisasi kemarin, ada warga yang mengeluhkan tentang pelayanan BPJS.

“Masyarakat meminta pelayanan BPJS lebih fokus dan serius. Hal itu akan kami perjuangkan. Termasuk anggarannya yang kurang akan diperjuangkan. Saat ini masih proses di Kemenkeu sebab BPJS masih ada hutang Rp 9 triliun dari seluruh pengguna di Indonesia,” tuturnya.

Imam menambahkan, ia juga memperjuangkan supaya BPJS tidak membatasi operasi katarak dan ibu melahirkan. Dirinya menyatakan dengan tegas tidak menyetujui pembatasan itu. Negara harus menanggung biaya seluruh kesehatan rakyat. “Saya sudah merapatkan di pusat supaya tidak ada pembatasan. Ini demi kepentingan rakyat,” ucapnya.

Pria asli Pati ini menyampaikan, masyarakat harus diberikan pengertian seputar Badan POM apa saja yang harus dihindari dan dimengerti. Bagaimana bisa menghindari apabila masyarakat tidak mengerti. Untuk itu diberikan penjelasan dengan menggandeng Badan POM pusat dan provinsi.

“Sejauh ini kami terus melakukan pengawasan makanan. Di antaranya sidak di pasar-pasar tradisional. Baru-baru ini kami sidak di Pasar Puri. Hasilnya, kami menemukan makanan yang mengandng pengawet berbahaya. Makanan-makanan itu disita dan ditelusuri produsennya. Supaya tidak membahayakan masyarakat,” lanjutnya. 

(ks/put/zen/top/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia