Sabtu, 17 Nov 2018
radarkudus
icon featured
Features
Slamet Warsito, Wirausaha Pati

Angkat Disertasi Cara Masyarakat Berpenghasilan Rendah Miliki Rumah

Senin, 03 Sep 2018 06:54 | editor : Ali Mustofa

SUKSES: Slamet (tengah) usai mengikuti sidang disertasi di Undip Semarang Selasa (28/8).

SUKSES: Slamet (tengah) usai mengikuti sidang disertasi di Undip Semarang Selasa (28/8). (DOK PRIBADI)

Slamet Warsito sejak 1975 menjadi pelaksana bangunan. Dia sukses menjadi developer. Ia juga berhasil lulus ujian disertasi di Undip Semarang. Judul ia angkat memperjuangkan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) mudah mendapatkan akses rumah sederhana.

SRI PUTJIWATI, Kota

TAMPILANNYA sederhana padahal rumahnya cukup besar di Jalan P. Diponegoro Pati. Pria yang akrab disapa Slamet ini berasal dari keluarga yang sederhana. Dari sana, ia berjuang. Hingga saat ini menjadi orang sukses dan berpendidikan tinggi. Bahkan 28 Agustus lalu, dia berhasil merampungkan ujian disertasinya dengan IPK 3,59.

Pada disertasi itu, mengambil judul Pengembangan Kebijakan Pembangunan Rumah Sederhana untuk Mendorong Minat Developer dan Memenuhi Daya Beli Masyarakat Berpenghasilan Rendah. Disertasi itu membahas kebijakan pemerintah tentang rumah bersubsidi namun dalam pelaksanaannya tidak sesuai target.

“Masih banyak permasalahan pelaksanaan rumah sederhana untuk MBR. Di antaranya pelaksanaan suplay dan demand tidak seimbang. Yang dialami developer saat ini harga rumah sederhana yang ditetapkan pemerintah tidak sesuai dengan biaya pembangunannya, perizinan dan penyelesaian dokumen juga mahal, bunga pembangunan rumah sederhana tinggi, dan pengadaan lahan semakin sulit,” lanjutnya.

Sedangkan permasalahan pada MBR, bunga dan uang bunga KPR tinggi. Persyaratan mendapatkan KP sulit, serta permohonan kredit ditolak bank karena tidak ada lembaga penjamin kredit yang dibutuhkan MBR tetap dan tidak tetap. Yang diakses lembaga hanya yang berpenghasilan tetap seperti PNS, Polri, TNI, dan lainnya.

“Lalu bagaimana nasib pedagang kaki lima, pedagang kecil, dan lainnya yang penghasilannya tidak tetap? Kapan mereka mempunyai rumah sederhana jika pemerintah tidak memikirkan itu. Disertasi saya ini semoga bisa menjadi acuan bahan masukan pemerintah yang sudah mempunyai program 1 juta rumah. Serta membantu memperjuangkan rakyat kecil bisa mendapatkan akses rumah layak huni,” lanjutnya.

Ayah dari enam anak ini mempunyai motivasi tersendiri bisa terus sekolah setinggi-tingginya. Alasanya sangatlah sederhana. Sejak kecil ia susah sekolah. Ekonomi keluarganya sederhana. Sejak kecil, ketua DPW Partai Berkrya Jateng ini sudah berdoa ingin diberikan kesempatan dan kemampuan sekolah setinggi-tingginya.

Sejak STM Negeri Pati, putra daerah asli Pati ini sudah bekerja membantu saudaranya. Setelah lulus STM pada 1975, anak kedua dari tiga bersaudara ini bekerja sebagai pelaksana bangunan dan melanjutkan studinya ke jenjang perguruan tinggi. Suami Asniah ini terus berusaha hingga bekerja mandiri dengan mendirikan CV sebagai kontraktor.

Selain sebagai kontraktor, 1995 lalu dia juga pernah menjadi Kades Muktiharjo, Margorejo, selama delapan tahun. Setelah itu menjadi developer dan terus kuliah hingga menuntaskan S3 Teknik Sipil Fakultas Teknik Undip Semarang. Kini, pria kelahiran Pati, 2 Juli 1955 tercatat sebagai Bacaleg DPR RI Dapil Jateng I dari Partai Berkarya.

“Alhamdulillah bisa menyelesaikan disertasi saya. Sebagian besar peserta lainnya merupakan dosen. Sedangkan saya hanya wirausaha sendiri. Meskipun prosesnya sulit, namun bisa selesai,” lanjutnya.

(ks/zen/top/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia