Senin, 24 Sep 2018
radarkudus
icon featured
Kudus

Susur Kali sambil Pungut Sampah, IDI Kudus Ajak Warga Jaga Lingkungan

Selasa, 28 Aug 2018 15:30 | editor : Ali Mustofa

JAGA LINGKUNGAN: Ketua IDI dr. Ahmad Syaifuddin, M.Kes menyerahkan plakat kepada ketua Pokdarwis Sutris. Pihaknya beri tiga papan reklame untuk ajak jaga lingkungan.

JAGA LINGKUNGAN: Ketua IDI dr. Ahmad Syaifuddin, M.Kes menyerahkan plakat kepada ketua Pokdarwis Sutris. Pihaknya beri tiga papan reklame untuk ajak jaga lingkungan. (IDI FOR RADAR KUDUS)

KOTA – Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kudus menggelar aksi bersih lingkungan pada (26/8) lalu di Rahtawu, Gebog. Bersama dengan warga dan Rider Aisyah Community (RAC), IDI ajak susur kali sambil memungut sampah. Tujuannya untuk menjaga lingkungan tetap bersih. 

Ada beberapa kegiatan yang dilakukan. Mulai dari penyuluhan lingungan dan pengelolaan sampah, susur kali Rahtawu, dan pemasangan 20 tong sampah. Selain itu IDI melalui bidang pengabdian masyakat juga memberi dan memasang reklame yang berisi menjaga lingkungan bersih.

SUSUR KALI : Anggota IDI melakukan susur kali untuk memungut sampah di Desa  Rahtawu, Gebog, Kudus.

SUSUR KALI : Anggota IDI melakukan susur kali untuk memungut sampah di Desa Rahtawu, Gebog, Kudus. (IDI FOR RADAR KUDUS)

Ketua IDI Kudus dr Ahmad Syaifudin M.Kes mengatakan, acara ini adalah wujud kepedulian IDI kepada lingkungan di Desa Rahtawu. Khususnya pengelolaan sampah. Terlebih di sekitar sungai Rahtawu banyak sampah menumpuk. Terlebih Rahtawu menjadi salah satu rintisan desa wisata. Inilah yang menjadi masalah warga selama ini. Jika dibiarkan akan mencemari air dan mengurangi keindahan lingkungan,” ungkapnya. 

Selain itu, dia menambahkan, lingkungan yang kotor akan mendatangkan penyakit. Maka pihaknya mengajak masyarakat untuk peduli pada lingkungan. ”Akan jauh lebih baik jika ada pengelolaan sampah yang baik. Lingkungan sehat akan menjadikan tubuh juga sehat,” jelasnya.

Penyuluh dr Isna Noor Hilda mengatakan, pengelolaan sampah yang baik akan berdampak pada kualitas hidup manusia. Terlebih sampah, khususnya plastik bisa terurai setelah puluhan tahun mendatang. ”Misalnya saja sampah steroform yang tidak bisa terurai selamanya. Sedangkan sampah plastik bisa terurai hingga ratusan tahun.” Terang anggota IDI Kudus ini.

Selain itu dia juga menjelaskan pengelolaan sampah hingga menghasilkan uang. Baik sampah organik maupun non organik.

Ketua Pokdarwis Rahtawu Sutris mengaku, tertarik mengelola sampah yang baik dan produktif. ”Penyuluhan ini baik bagi kelangsungan hidup masyarakat,” paparnya.

Selain penyuluhan, kegiatan dilanjut dengan susur kali. Kegiatan ini sekaligus memungut sampah di sekitar kali.

Ketua Panitia dokter Guntur Puntodewo mengatakan, aksi ini untuk menumbuhkan kepedulian pada lingkungan. Kegiatan ini juga menyehatkan sekaligus menyenangkan. ”Jadi sambil memungut sampah juga bisa menikmati alam,” ungkapnya. Usai kegiatan ini, panitia memberi 20 tong sampah dan reklame yang berisi ajak menjaga lingkungan.

(ks/mal/top/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia