Selasa, 18 Dec 2018
radarkudus
icon featured
Pati

RSI Pati Luncurkan Pembayaran Daring dan USG 4D

24 Agustus 2018, 17: 23: 31 WIB | editor : Ali Mustofa

UCAPKAN TERIMAKASIH: Direktur RSI Pati Muhamad Nadhirin memberikan sambutan dalam peluncuran program pembayaran daring dan USG 4D di aula setempat kemarin.

UCAPKAN TERIMAKASIH: Direktur RSI Pati Muhamad Nadhirin memberikan sambutan dalam peluncuran program pembayaran daring dan USG 4D di aula setempat kemarin. (ACHMAD ULIL ALBAB/RADAR KUDUS)

MARGOYOSO – Manajemen Rumah Sakit Islam (RSI) Pati mengeluarkan terobosan dalam pelayanan kepada pasien. RSI Pati meluncurkan program pembayaran dalam jaringan (daring). Pembayaran daring tersebut dilakukan melalui program Host To Host Bank Jateng.

Direktur RSI Pati, Muhamad Nadhirin mengungkapkan, terobosan tersebut dilakukan untuk memudahkan administrasi pasien. Dan menghindari kerumitan administrasi. ”Pada intinya dengan layanan pembayaran daring ini akan memudahkan pasien. Sebab pembayaran bisa dilakukan di kantor-kantor Bank Jateng dan ATM,” terang Muhamad Nadhirin kepada Jawa Pos Radar Kudus.

Pembayaran secara daring ini bisa digunakan untuk pembayaran biaya seluruh pelayanan di rumah sakit ini. Mulai dari berobat jalan, maunpun rawat inap. ”Hanya perlu menyerahkan nomor rekap medik dari pihak rumah sakit, nanti bisa dibayar melalui Bank Jateng. Sistem pembayaran dari kami sudah dikoneksikan dengan Bank Jateng,” paparnya.

Sementara itu, pimpinan Bank Jateng Cabang Pati, Sudiyanto menuturkan, program pembayaran layanan rumah sakit ini ditujukan antara lain untuk memudahkan dan membuat pembayaran layanan rumah sakit lebih transparan.

”Ini sebagai bentuk kerja kami, memberikan pelayanan yang memudahkan masyarakat,” terang Sudiyanto.

Selain peluncuran pembayaran secara daring, program ultrasonography (USG) empat dimensi (4D) juga dikenalkan ke para tamu undangan. Dokter kandungan RSI Pati, Bambang Haryanto mengungkapkan, USG 4D ini sama seperti USG pada umumnya. Cuma lebih detail karena menggunakan teknologi 4D.

”Kalau pada intinya USG itu untuk mengetahui kesehatan dan pertumbuhan bayi. Masyarakat kita sering salah kaprah, kalau USG itu untuk melihat jenis kelamin. Laki-laki atau perempuan,” kata Bambang Haryanto. USG itu, lanjut Bambang memang digunakan untuk melihat perkembangan bayi. Dilihat organ-organnya. Bagaimana pertumbuhan kepala, tangan dan lain-lainnya.

(ks/aua/him/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia