Sabtu, 17 Nov 2018
radarkudus
icon featured
Ekonomi

Pekerja Migran bisa Menjadi Pengusaha Bengkel Lho

Jumat, 24 Aug 2018 11:03 | editor : Ali Mustofa

Pekerja Migran bisa Menjadi Pengusaha Bengkel Lho

ASTRA Motor dan Bank Mandiri Melalui program Bapak Asuh Bengkel, bersinergi untuk memberikan pelatihan pengelolaan bengkel kepada alumni program Mandiri Sahabatku. Keduanya memberikan berkontribusi positif pada penguatan kapasitas sumber daya manusia, khususnya Pekerja Migran Indonesia (PMI) purna.

Astra Bertempat di Astra Motor Jawa Tengah, Astra Motor dan Bank Mandiri mengadakan prosesi kelulusan bagi peserta binaan “Bapak Asuh Bengkel” pada(16/8) lalu. Mereka telah menjalani training dan siap menjadi wirausaha profesional dalam menjalankan bisnis bengkel sepeda motor.

Peresmian ini dihadiri Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, Head of Environment, Social & Responsibility PT Astra International Tbk, Riza Deliansyah, Chief Executive Astra Motor, Sigit Kumala dan Direktur Teknologi Informasi dan Operasi Bank Mandiri, Rico Usthavia Frans.  

Chief Executive Astra Motor Sigit Kumala mengatakan kolaborasi itu merupakan komitmen perseroan untuk mendukung program pemerintah terkait mantan Pekerja Migran Indonesia menjadi wirausaha di negeri sendiri dengan memiliki bengkel motor.

“Kerjasama dengan Bank Mandiri ini merupakan kali pertama terkait pengembangan Pekerja Migran Indonesia dalam bidang kewirausahaan, dimana kedua entitas memiliki kesamaan, yaitu bersinergi dalam membangun bangsa,” ujar Sigit

Direktur Teknologi Informasi dan Operasi Bank Mandiri Rico Usthavia Frans juga menyampaikan Program Bapak Asuh Bengkel untuk mengakomodir ketertarikan alumni Mandiri Sahabatku dibidang otomotif. Di mana sejak tahun 2011 program Mandiri Sahabatku telah membantu lebih dari 11 ribu peserta Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Hong Kong, Jepang, Korea Selatan dan Malaysia untuk mewujudkan cita-cita berkumpul kembali dengan keluarga dan menjadi pelaku usaha yang mandiri di Tanah Air.

“Selain telah berpengalaman, Astra Motor dipilih sebagai mitra dalam pengembangan kapasitas alumni yang meminati bidang otomotif karena telah memiliki jaringan yang luas dan fasilitas yang memadai sehingga bisa dijangkau peserta Mandiri Sahabatku dimanapun mereka berada,” ungkap Rico.

Program Bapak Asuh Bengkel sebelumnya telah disosialisasikan di Malaysia pada Desember 2017 lalu. Sebanyak 27 alumni Mandiri Sahabatku yang berasal dari Hongkong, Malaysia dan Korea Selatan tercatat menjadi peserta program Bapak Asuh Bengkel.

Setelah melalui serangkaian seleksi wawancara dan survei, diputuskan 9 peserta menjadi binaan Astra Motor dan Bank Mandiri yang dinilai berdasarkan tempat usaha, modal dan service demand di tempat usaha peserta binaan.

Pada pertengahan Juli lalu, 9 peserta terpilih telah mengikuti in class training selama 7 hari di Astra Motor Jawa Tengah. Para peserta dibekali pengetahuan seputar bisnis bengkel seperti proses administrasi, pendalaman Honda Technical Eduation Program (HOTEP), basic mentality dan ditutup dengan OJT (On the Job Training) selama 14 hari di jaringan AHASS. Berdasarkan jadwal yang telah ditentukan, para peserta siap memulai bisnis bengkel di awal September mendatang.

”Pelatihan Bapak Asuh ini sangat berguna karena kami mendapatkan modal pengetahuan dari Bank Mandiri terkait manajemen pembukuan saat di kelas serta dibimbing khusus oleh trainer Astra Motor ketika magang guna memperdalam bisnis bengkel motor,” ujar Waryono, salah satu peserta binaan.

Pihak Astra Motor dan Bank Mandiri berharap keberhasilan program Bapak Asuh Bengkel ini dapat menjadi contoh dan motivasi bagi Pekerja Migran Indonesia lainnya yang berniat untuk kembali ke Tanah Air dan membuka usaha sendiri di kampung halaman. Sudah saatnya para pejuang devisa negara kembali ke Tanah Air dan berkesempatan menjadi pengusaha profesional.

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo juga menyampaikan apresiasi atas kontribusi Astra Motor dan Bank Mandiri dalam memajukan perekonomian masyarakat Jawa Tengah.

“Saya pesan untuk Astra Motor dan Bank Mandiri, terkait kegiatan ini, para peserta kan sudah dibekali dengan knowledge and skill, juga modal, tapi jangan lupa diberi pendampingan sampai mereka bisa berdikari,” ujar Ganjar Pranowo sekaligus menutup kegiatan prosesi kelulusan program Bapak Asuh Bengkel. (lia)

(ks/top/top/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia