Senin, 24 Sep 2018
radarkudus
icon featured
Jepara

Usung Konsep Station Majong 1887, SMPN 6 Jepara Raih Juara Karnaval

Senin, 20 Aug 2018 09:12 | editor : Ali Mustofa

UNIK: SMPN 6 Jepara tampil mengusung konsep Jepara tempo dulu dengan menghadirkan Station Majong 1887.

UNIK: SMPN 6 Jepara tampil mengusung konsep Jepara tempo dulu dengan menghadirkan Station Majong 1887. (FEMI NOVIYANTI/RADAR KUDUS)

KOTA – SMPN 6 Jepara kembali meraih Juara I kategori SMP dalam karnaval kemerdekaan RI di Jepara Sabtu (18/8) lalu. Sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, sekolah tersebut selalu mengusung konsep unik sehingga berhasil menyita perhatian juri dan para penonton.

Kali ini, mereka mengusung konsep Jepara tempo dulu dengan mengangkat Station Majong 1887. Mereka berupaya menampilkan kembali kondisi wilayah Mayong pada masa silam khususnya sekitar tahun 1887.

Hal ini terlihat dari iring-iringan yang ditampilkan. Di bagian paling depan ada drum band SMPN 6 Jepara yang diikuti dengan pembawa bendera. Kemudian ada barisan petani dan nelayan. Setelahnya ditampilkan Tugu Mayong, stasiun kereta api dengan live musik suara kereta, RA Kartini dan bapaknya, sepasang orang Belanda, gerbong pengangkut tebu serta tari kreasi yakni tari tebu yang diiringi dengan musik tradisional.

Konsep itu sengaja diambil sebagai hiburan sekaligus pembelajaran bagi masyarakat. Bahwa pada masa lampau Jepara pernah memiliki stasiun kereta api. Jepara juga menjadi penyuplai tebu terbesar di Jawa.

Di era RA Kartini, berdasarkan salah satu suratnya Kartini menceritakan pernah menaiki drum besar yang mengeluarkan asap hitam (kereta api) dan di belakangnya ada banyak tebu yang diangkut.

Guru sekaligus kreator konsep tersebut, Pras mengatakan, pihaknya melibatkan 300 anak dalam karnaval tersebut. Persiapan sendiri telah dimulai pada akhir Juli lalu. ”Mulai cari ide, datang ke lokasi, mengkomunikasikan dengan sejarawan agar apa yang kami tampilkan tidak melenceng sampai menyiapkan properti dan melatih anak-anak,” tuturnya.

Khusus properti kereta dan gerbong, dibuat selama dua pekan. Pihak sekolah juga menyiapkan tebu sebanyak satu colt sebagai properti pelengkap. ”Pada karnaval ini kami tampilkan tari kreasi baru yakni tari tebu,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala SMPN 6 Jepara Darono mengatakan, pihaknya mendorong penuh anak-anak dan para guru di sekolah tersebut untuk berkreasi. ”Karnaval ini menjadi ruang untuk memunculkan ide dan berkreasi,” katanya.

Dia melanjutkan, komite juga memberikan dukungan penuh pada kegiatan sekolah termasuk karnaval itu. Karenanya dia berupaya merangkul semua pihak agar terlibat dalam proses persiapan dan pelaksanaan karnaval.

Mengenai sarana prasarana, dia menyatakan, sekolah memiliki berbagai fasilitas. Misal alat-alat musik tradisional, kostum dan lainnya. ”Karena itu kami berharap wali murid juga bisa selalu mendukung kegiatan sekolah,” tuturnya.

Terakhir Darono berharap, melalui konsep yang diangkat sekolahnya tahun ini bisa muncul kepedulian terhadap sejarah di Jepara. ”Jepara kaya akan sejarah, harapannya pemerintah bisa lebih peduli,” imbuhnya.

(ks/emy/him/top/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia