Jumat, 13 Dec 2019
radarkudus
icon featured
Blora

Duh, Massa Hajar Polisi Hutan di Blora

17 Agustus 2018, 07: 15: 59 WIB | editor : Panji Atmoko

HANGUS: Mobil Polhut KKPH Blora dibakar massa yang diduga pencuri kayu di jalan Desa Kedungkenongo-Desa Sidomulyo, Banjarejo, Blora, kemarin malam.

HANGUS: Mobil Polhut KKPH Blora dibakar massa yang diduga pencuri kayu di jalan Desa Kedungkenongo-Desa Sidomulyo, Banjarejo, Blora, kemarin malam. (SUBEKAN/RADAR KUDUS)

Share this      

 

BLORA – Sebanyak empat dari tujuh anggota Polisi Mobil (Polmob) Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Blora dimassa puluhan orang (diduga pencuri kayu) di jalan Desa Kedungkenongo-Desa Sidomulyo, Banjarejo, Blora, kemarin. Mobil petugas patroli ludes jadi arang.

Akibat peristiwa itu, empat petugas perhutani harus mendapat perawatan di RSUD Blora. Mereka Bambang Supriyono (Danru), Baidi, Suminto, dan Didik Wibowo. Mereka terluka di bagian kepala, wajah, pelipis, dan sekujur tubuh. Luka ini akibat lemparan batu dan pukulan benda tumpul.

Sementara tiga anggota Polmob lainnya, Jaenuri, Suyadi, Iswanto, Subedi (sopir) selamat dari amukan massa. Kasus ini dalam penyelidikan dan penanganan kepolisian.

Wakil Administratur (Adm) KPH Blora Anthony A. Tadanyu mengungkapkan, pihaknya sudah melaporkan kronologis kejadian aksi kekerasan sekitar 30 orang tersebut kepada Polres Blora.

Kejadian ini berawal pada Rabu (15/8) sekitar pukul 15.50. Asper Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Kalisari, KPH Blora, Yasmin, dan enam anggota Polisi Teritorial (Polter) melakukan patroli preventif di petak 90. Saat itu, anggota Polter mendengar ada suara penebangan kayu jati. Tidak berapa lama terdengar pohon roboh. Dia menduga ada pelaku illegal logging.

Atas kejadian itu, Asper Yasmin memberitahukan kepada Wakil Adm Anthony Alfrits Tadanyu. Mendapat laporan itu, dia menghubungi Danru Polmob, Bambang Supriyono. Yaitu untuk membantu pengamanan di petak 90. Melihat ada petugas Perhutani datang, para penebang liar hutan negara itu melarikan diri tunggang langgang.

“Asper Kalisari dan anggotanya berhasil mengamankan barang bukti tujuh batang jati untuk diamankan di kantor KRPH Kalisari,” jelasnya.

Sekitar pukul 17.30, tujuh anggota Polmob meluncur ke TKP penebangan liar kayu jati petak 90 membantu pengamanan. Setelah selesai, sekitar pukul 18.45 anggota Polmob kembali ke kantor BKPH Kalisari.

Di tengah perjalanan, rombongan Polmob dihadang sekelompok massa sekitar 30-an orang. Yaitu membakar daun kering di tengah jalan Kedungkenongo. Selain itu para kelompok tersebut juga melemparkan batu kepada petugas di dalam mobil.

Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, Danru Polmob Bambang Supriyono berusaha negosiasi agar mobilnya bisa lewat. Namun tiba-tiba Danru dipukul dengan kayu, disusul pemukulan kepada anggota Polmob lainnya.

Sementara dari arah lain anggota Polmob dilempari batu. Melihat aksi massa yang semakin brutal, petugas Perhutani berusaha menghindar mengamankan diri masuk petak 95 dan 98 RPH Kalisari. Selanjutnya para korban meminta bantuan untuk dijemput dan dibawa ke RSUD Blora.

“Tidak hanya memukuli dan melempari batu, massa juga membakar mobil negara milik Perum Perhutani Strada H-1631-MA,” jelasnya.

Sementara itu, Administratur (Adm) KPH Blora Rukman mengungkapkan, untuk keempat anggotanya yang terluka sudah kembali pulang kemarin malam sekitar pukul 00.45. Untuk Bambang Supriyono (Danru) mengalami robek di kepala bagian belakang dan terpaksa harus dijahit. Selain itu bibirnya juga mengalami luka robek. Lainnya juga mengalami luka di bagian kepala dan lainnya.

“Pelaku belum ada yang tertangkap. Sudah kami serahkan kepada kepolisian,” terangnya.

Dia menambahkan, saat mendapat laporan aksi massa itu, pihaknya langsung melapor kepada kapolres. Sejumlah anggota polisi juga diturunkan ke Kedungkenongo untuk langsung mengamankan mobil yang sudah hangus terbakar dan memberikan garis polisi. 

(ks/sub/zen/aji/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia