Jumat, 13 Dec 2019
radarkudus
icon featured
Blora

Para Turis Berlenggok Ikut Menari Tayub

16 Agustus 2018, 07: 15: 59 WIB | editor : Panji Atmoko

BELAJAR: Beberapa turis menari tayub ketika berkunjung ke Blora kemarin. Mereka juga mengunjungi sumur tua dan naik lokomotif tua.

BELAJAR: Beberapa turis menari tayub ketika berkunjung ke Blora kemarin. Mereka juga mengunjungi sumur tua dan naik lokomotif tua. (SUBEKAN/RADAR KUDUS)

Share this      

BLORA - Puluhan turis mancanegara berkunjung ke Blora kemarin. Ada beberapa tempat yang disinggahi. Pertama di Desa Ledok, Sambong, Blora. Setibanya di lokasi, mereka disambut barongan dan makanan khas Blora, krowotan (jagung godok, pisang rebus, gembili, dan kacang rebus).

Selanjutnya rombongan diajak menikmati situs sumur minyak tua atau sumur angguk di sekitar lokasi. Sumur angguk merupakan sumur yang cara pengambilan minyaknya menggunakan alat tradisional. Yaitu dengan disel yang dioperasikan manusia. Rombongan disuguhi secara langsung bagaimana minyak diangkat dari dalam sumur hingga ke atas. Selanjutnya mereka berfoto ria.

Usai dari sumur angguk, rombongan melanjutkan perjalanan ke heritage Cepu. Di lokasi itu para wisatawan dimanjakan tarian tayub. Para turis juga ikut belajar dan memeragakan gerakan-gerakannya. Ada juga yang enggan naik panggung. Meski begitu berlangung meriah.

Sebagai penutup, puluhan wisatawan ini naik lokomotif tempo dulu. Mereka tampak semringah. Di samping unik, naik kereta itu juga mengasyikkan. Bahkan rombongan sempat dibagi dua kloter. Sehingga harus bergantian. Mengingat keterbatasan moda transportasi.

Wakil Bupati Arief Rohman berharap, kunjungan ini mampu mengenalkan potensi-potensi Kabupaten Blora di tingkat nasional maupun internasional. Dia juga berharap para wisatawan bisa datang kembali dan mengajak lebih banyak lagi teman-teman dan saudaranya.

“Semoga acara ini bisa menghibur dan menarik minat para wisatawan yang ada. Semoga bisa kembali berjumpa di Indonesia bulan depan,” jelasnya.

Menurutnya, banyak budaya Blora yang menarik dikunjungi dan dinikmati. Mulai dari barongan, tayub, wayang, dan lainnya. Begitu juga wisata alamnya. Salah satunya sumur tua. “Di sini (Blora, Red) kita bisa melihat bagaimana pengolahan sumur tua menggunakan alat tradisional,” jelasnya.

Sementara itu, Kabag Umum dan Kerja Sama Ditjen Kebudayaan Kemendikbud Ahmad Mahendra mengaku, kegiatan ini salah satu acara site performance. Tidak hanya di Blora, namun di kota-kota lainnya. Mulai dari Wonogiri, Sukoharjo, Karanganyar, dan Boyolali.

“Ini salah satu bentuk dan upaya kami melestarikan budaya-budaya lokal di Indonesia. Terutama di daerah-daerah. Kalau bilang Blora ya tayub dan barongan,” terangnya. 

(ks/sub/zen/aji/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia