Rabu, 26 Sep 2018
radarkudus
icon featured
Jepara

Fasilitas Pungkruk Tertutup Rumput 1 Meter

Tak Beroperasi, Bangunan Rusak

Kamis, 16 Aug 2018 07:00 | editor : Panji Atmoko

SEPI: Sejak dipugar pada 2016, Pantai Pungkruk belum beroperasi. Beberapa fasilitas permainan anak kondisinya rusak kemarin dan rumput liar pun tumbuh hingga setinggi satu meter.

SEPI: Sejak dipugar pada 2016, Pantai Pungkruk belum beroperasi. Beberapa fasilitas permainan anak kondisinya rusak kemarin dan rumput liar pun tumbuh hingga setinggi satu meter. (M. KHOIRUL ANWAR/RADAR KUDUS)

JEPARA – Fasilitas objek wisata di Pantai Pungkruk, Desa Mororejo, terbengkalai. Hal itu terlihat dari taman dan wahana permainan anak yang tidak terawat. Sejak dipugar pada 2016 lalu, destinasi wisata milik Pemkab Jepara itu belum juga dioperasikan.

Perlu diketahui, Pantai Pungkruk sebelum 2016 pernah jadi lokasi karaoke ilegal. Lokasi ini diduga jadi lokasi bisnis prostitusi terselubung. Tahun berikutnya zaman kepemimpinan Bupati Jepara Marzuqi dan Wakil Bupati Jepara Subroto merobohkan bangunan karaoke di lokasi itu. Karena statusnya ilegal.

Setelah perobohan bangunan di Pantai Pungkruk, Pemkab Jepara ingin membangun taman rekreasi di pantai itu. Anggaran dikucurkan miliaran rupiah. Anggaran ini untuk membangun fasilitas wisata. Mulai lokasi bermain dan warung makan. Tapi kondisinya sekarang tak terawat.

Bahkan beberapa bangunan karaoke berdiri tegak sebelum gapura Pantai Pungkruk. 

Pantauan Jawa Pos Radar Kudus, area pantai sisi utara berjajar beberapa warung makan kemarin. Juga terdapat sembilan jenis mainan anak-anak. Di antaranya ayunan, jungkat-jungkit, seluncuran, dan jaring. Semuanya dalam kondisi rusak. Tidak bisa dimanfaatkan kembali. Rumput liar juga dibiarkan tumbuh setinggi satu meter. Rumput liar juga tumbuh di pot beton sepanjang jalan tepi pantai. Area taman terdapat lokasi khusus pejalan kaki dengan dasar keramik. Kondisnya masih bagus. Namun ada bagian sepanjang satu meter mengelupas.

Aktivitas pengunjung lokasi yang bakal dijadikan pusat kuliner itu juga tidak terlihat. Menjelang siang sekitar pukul 12.00 baru ada dua pengunjung yang memesan makanan di salah satu warung.

“Sebenarnya lokasinya bagus. Tapi terlihat belum tertata rapi. Kali pertama saya ke sini diajak saudara makan siang,” ujar salah satu pengunjung asal Salatiga, Ratna.

Menurutnya, fasilitas penunjang perlu diperhatikan agar pengunjung betah berlama-lama di pantai. Lokasi yang cukup panas membutuhkan taman yang rindang dan asri bagi para pengunjung. “Kalau tamannya adem kan enak. Anak-anak juga bisa bermain kalau fasilitasnya dilengkapi,” imbuhnya.

Sementara itu, pemilik warung kuliner, Sri mengatakan, Pantai Pungkruk ramai dikunjungi wisatawan tiap akhir pekan. Ia berharap pemerintah bisa menarik wisatawan mau berkunjung ke Pantai Pungkruk. “Kalau menunggu pembangunan selesai kasihan saya. Sepi. Kalau bisa buat lokasi kuliner dulu sambil jalan pembangunannya,” katanya.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Jepara Basuki Wijayanto melalui Kasi Tata Kelola Destinasi Wisata M Agus Widyatmika mengungkapkan, pihaknya belum memulai pengelolaan objek wisata Pantai Pungkruk. Hal itu dikarenakan, pengembangan destinasi wisata masih dalam proses pembangunan. “Belum bisa dikelola maksimal karena pembangunannya masih berlangsung. Secara bertahap fasilitas wisata akan kami penuhi,” ujarnya.

Untuk tahun ini akan ada tiga jenis kegiatan pembangunan. Di antaranya penanganan wahana permainan anak senilai Rp 180 juta. Kemudian dilanjutkan pembangunan musala dan toilet senilai Rp 180 juta. Sedangkan kegiatan ketiga berupa penataan lingkungan sebesar Rp 1 miliar.

“Akhir tahun target pembangunan selesai,” paparnya. 

 

 

 

 

(ks/war/zen/aji/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia