Sabtu, 17 Nov 2018
radarkudus
icon featured
Pendidikan

Terus Bersolek, IAIN Kudus Bangun Perpustakaan Induk

Rabu, 15 Aug 2018 06:36 | editor : Panji Atmoko

DISKUSI: Dari kiri, Kepala Subdit Sarpras dan Kemahasiswaan Dirjen Pendidikan Islam Safriansyah, Rektor IAIN Kudus Mudzakir, dan Kepala Biro Perencanaan Kementerian Agama RI Ali Rahmat saat FGD di gedung SBSN IAIN Kudus kemarin.

DISKUSI: Dari kiri, Kepala Subdit Sarpras dan Kemahasiswaan Dirjen Pendidikan Islam Safriansyah, Rektor IAIN Kudus Mudzakir, dan Kepala Biro Perencanaan Kementerian Agama RI Ali Rahmat saat FGD di gedung SBSN IAIN Kudus kemarin. (DIYAH AYU FITRIYANI/RADAR KUDUS)

KUDUS – Beralih status dari Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) menjadi Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kudus membuat perguruan tinggi ini harus berbenah. Mulai dari pembenahan kurikulum, manajemen, hingga pengembangan sarana dan prasarana (sarpras).

Kemarin, pembangunan gedung perpustakaan induk IAIN Kudus ditinjau Kepala Biro Perencanaan Kementerian Agama RI Ali Rahmat serta Kepala Subdit Sarpras dan Kemahasiswaan Dirjen Pendidikan Islam Safriansyah. Usai peninjauan ke lokasi pembangunan, dilanjutkan pembahasan dalam focus grup discussion (FGD) pengelolaan surat berharga syariah negara (SBSN) bersama pihak kampus.

Kepala Subdit Sarpras dan Kemahasiswaan Dirjen Pendidikan Islam Safriansyah mengungkapkan, pembangunan gedung perpustakaan induk IAIN Kudus sudah berjalan sesuai tahapan. ”Dari tinjauan kami, semuanya sudah berjalan baik dan sesuai tahapan. Sebenarnya proyek SBSN ini merupakan proyek kali kedua di IAIN Kudus. Sebelumnya pada 2017 lalu juga berjalan baik. Kali ini kami juga berharap demikian,” jelasnya.

Pembangunan gedung empat lantai ini ditarget selesai pada 27 Desember mendatang. Agar bisa berjalan sesuai dengan apa yang direncanakan, harus ada sinergi dari semua stakeholder. ”Sinergi antara kontraktor, pengawas, dan pihak IAIN Kudus sendiri harus terjalin dengan baik. Hal ini untuk mengantisipasi terjadinya permasalahan. Kalau memang ditemukan masalah setidaknya dapat diatasi sejak dini,” paparnya.

Ia menyebut, pekerjaan ini juga sudah dalam pengawasan Tim Pengawal dan Pengaman Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D) Tingkat II. Pengawasan ini sangat diperlukan untuk mengawal dari sisi regulasi. ”Sesuai dengan Keputusan Kejaksaan Agung Nomor 1 Tahun 2012, pekerjaan pembangunan memang dituntut untuk dibentuk TP4D,” katanya.

Sementara itu, Kepala Biro Perencanaan Kementerian Agama RI Ali Rahmat mengatakan, peran perpustakaan memang sangat penting dalam perguruan tinggi. Sebab, di samping proses perkuliahan di kelas, peran perpustakaan juga sangat berpengaruh terhadap kualitas lulusan. ”Perpustakaan menjadi sarana pengembangan keilmuan. Untuk itu, perpustakaan menjadi perhatian pemerintah,” ujarnya.

Pria yang juga alumnus STAIN Kudus (nama sebelum menjadi IAIN Kudus) ini menyebut, proyek SBSN yang didapatkan IAIN Kudus tahun ini agar kualitas lulusan menjadi lebih baik.

Pada 2019 nanti diupayakan ada pengembangan tanah. Pada 2020 proyek akan dilanjutkan dengan membangun ruang perkuliahan. Hal ini dirasa memang diperlukan karena animo masyarakat terhadap perguruan tinggi meningkat. ”Kalau ingin meningkat mutunya, di samping proses pembelajaran yang ditata, sarpras juga harus dibenahi,” tegasnya.

Rektor IAIN Kudus Mudzakir mengungkapkan, gudung perpusatakaan induk ini milik semua elemen IAIN Kudus. Untuk itu, ia berharap semua pihak tak hanya memanfaatkan dengan baik, namun juga turut merawatnya. ”Gedung perpustakaan ini milik kita bersama. Jadi, semuanya harus turut menjaga. Semoga bisa bermanfaat dan menambah kualitas SDM IAIN Kudus,” harapnya.

(ks/daf/lin/aji/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia