Senin, 24 Sep 2018
radarkudus
icon featured
Features

Han Arfian Arbi, Choir Director asal Grobogan

Kunjungi Eropa berkat Paduan Suara

Sabtu, 04 Aug 2018 07:00 | editor : Panji Atmoko

DI MANCANEGARA: Foto kenang-kenangan Han Arfian Arbi di sela-sela mengikuti kompetisi paduan suara di Italia bersama PSM Undip Juli lalu.

DI MANCANEGARA: Foto kenang-kenangan Han Arfian Arbi di sela-sela mengikuti kompetisi paduan suara di Italia bersama PSM Undip Juli lalu. (Paspa ghaishidra for radar kudus)

Bergabung di Paduan Suara Mahasiswa (PSM) Undip sejak 2011 membuat Han Arfian Arbi ketagihan mengikuti perlombaan paduan suara (padus) di luar negeri. Bahkan kini ia menjadi choir director di beberapa PSM maupun sekolah di Kota Semarang.

INTAN M SABRINA, Grobogan

Masuk tim paduan suara (padus) hingga menjadi choir director merupakan hal yang awalnya tak pernah diimpikan Han Arfian Arbi sejak kecil. Sebab sejak duduk di bangku sekolah, sedikit pun Han-sapaan akrabnya-tak pernah bergabung di padus sekolah kala itu.

 Namun, hal itu berubah saat masuk di perkuliahan. Laki-laki asal Jalan Pangkalan I Nomor 2 Jengglong Barat, Purwodadi, ini mulai tertarik mengasah bakatnya dengan mengikuti PSM di Universitas Diponegoro (Undip) Semarang pada 2011 silam.

”Dulu tidak tahu apa-apa soal choir, bergabung hanya bermodalkan minat, rasa ingin tahu dan mencintai nyanyi. Bahkan butuh proses hingga 2013 untuk bisa mengikuti berbagai kompetisi hingga ke luar negeri,” ungkap laki-laki kelahiran Grobogan 31 Juli 1993 ini.

Pada 2013, Han mulai mengikuti lomba padus di Korea Selatan. Kemudian pada 2014 ia mengikuti lomba di Italia. Dan pada 2016, ia mengikuti dua kompetisi sekaligus yakni di Barcelona, Spanyol, dan Praha, Republik Ceko. Selanjutnya pada tahun ini ia mengikuti kompetisi di Italia lagi.

Kini, alumni jurusan Matematika Undip ini mulai mengembangkan bakatnya dengan menjadi pelatih atau choir director.

”Setelah dari Praha 2016 itu, pelatih PSM Undip tinggal di United Kingdom (UK). Karena istrinya kuliah di sana. Nah mulai 2017 saya ditugaskan untuk pegang PSM Undip dengan dua teman saat itu. Istilahnya kami menjadi asisten pelatih,” ungkapnya.

Saat itu, PSM Undip sedang menghadapi kompetisi di Karangturi Choir Games di sekolah nasional Karangturi Semarang. Berkat kegigihan dia dan dua temannya, tim yang mereka pegang mampu menyabet medali emas dan perak.

Di tahun yang sama itulah alumni SMAN 1 Purwodadi ini diberi kepercayaan untuk melatih Orange Choir FISIP Undip guna menghadapi kompetisi SDGNCF di Semarang. Saat itu dia berani menjadi pelatih sendiri. Dengan kerja kerasnya dan tim, mereka mampu menyabet silver A.

Tak hanya di situ, ia terus mengembangkan sayapnya di bidang tarik suara. Selanjutnya ia juga diberi kepercayaan untuk melatih Gita Puja Wiyata Choir milik SMAN 3 Semarang. Saat itu untuk menghadapi kompetisi di Unair Surabaya pada Mei tahun ini. Tim didikannya mampu membawa silver.

”Saat itu selain saya jadi pelatih, saya juga ikut nyanyi sama PSM Undip. Karena mereka juga ikut kompetisi di Unair empat kategori. Tapi dipimpin pelatih saya yang dari UK itu,” ujarnya.

Akhir tahun ini, ia sedang disibukkan dengan kompetisi di Unika Festival. Ia akan memimpin Undip pada kategori sacred music, folklore, dan mixed. Sedangkan untuk Orange Choir FISIP Undip pada kategori female choir.

Meski mulai melatih sejumlah tim paduan suara, berbagai kendala juga dialami Han. ”Pas ditinggal pelatih itu lumayan berat karena PSM Undip kan sudah cukup besar. Mengatasi anak-anak dari segala sisi dan harus memosisikan sebagai motivator, sehingga bisa membangkitkan semangat anak-anak didik. Sangat berbeda ketika berada di posisi sebagai pengurus organisasi dan sebagai kakak,” ungkapnya.

Sedangkan saat melatih di Orange Choir, kendala yang ia alami seperti mengubah kebiasaan anak didiknya dari pelatih lama. Sebab sangat berbeda dengan apa yang dia terapkan. Sehingga membutuhkan proses untuk menyamakan visi.

”Kendala lain seperti setiap latihan personel kurang lengkap. Karena ini kan paduan suara butuh kekompakan di dalamnya,” ucapnya.

Meski begitu, ia cukup bangga bisa bergabung di dunia paduan suara tersebut. Dari mengikuti PSM, Han yang berawal dari pria pemalu dan kutu buku, kini menjadi pribadi yang lebih berani bicara dan berpendapat di depan umum. Selain itu juga disiplin dan bermental tangguh. Sebab di PSM diajarkan untuk memiliki mental yang kuat dan profesionalitas tinggi.

(ks/int/aji/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia