Senin, 24 Sep 2018
radarkudus
icon featured
Features

Lina Eko Wulandari Garap Animasi Disney

Bikin 52 Episode dalam Setahun

Jumat, 03 Aug 2018 07:30 | editor : Panji Atmoko

Lina Eko Wulandari

Lina Eko Wulandari (DOK. PRIBADI)

Vampirina dan Sonic Boom season 2. Dua film animasi itulah yang penggarapannya dipimpin oleh Lina Eko Wulandari. Butuh minimal 100 orang untuk mengerjakan satu episode film animasi.

KHOLID HAZMI, Rembang

 

LINA Eko Wulandari rela melepas pekerjaan sebagai karyawan di salah satu BUMN. Demi menerima tawaran mengerjakan film animasi. Bergabung Intimate Studio Batam. Perusahaan yang bergerak di dunia kreatif.

Dia langsung dihadapkan dengan pekerjaan besar. Mengerjakan film animasi Sonic Boom season 2. Perempuan berusia 24 tahun ini ditugaskan menjadi koordinator produksi. Semua proses produksi film jadi tanggung jawab Lina.

Lina pula yang jadi penghubung antara tim produksi, supervisor, dan klien. Permintaan klien harus benar-benar dipahami. Secara rinci dan detail. Sebelum mulai mengerjakan, Lina menerima gambar dua dimensi dari klien. Beserta alur ceritanya.

Gambar dua dimensi itu kemudian dibuat menjadi tiga dimensi. Gambarnya belum berwarna. Kemudian masuk dalam proses texturing. Salah satunya memberi warna dalam gambar tiga dimensi.

Kemudian masuk dalam proses reading. Untuk memberikan sendi pada karakter gambar tiga dimensi. Usai semua proses tersebut dikerjakan, selanjutnya masuk dalam proses layout. Dalam proses itulah, ditata kamera, background dan properti yang dibutuhkan.

Sampai tahap tersebut, gambar belum bisa bergerak. Setelah proses tersebut selesai, barulah masuk dalam tahap animation stage. Gambar tiga dimensi itu diberi gerakan-gerakan. Sehingga terlihat seperti nyata.

Gambar sudah bisa bergerak. Namun, proses produksi belum selesai. Masih diberi sentuhan lighting effect. Agar gambar lebih terlihat realistis. Gambar-gambar itu terbagi menjadi beberapa layer.

Setelah lighting effect selesai, semua layer disatukan. Jadilah satu episode film. Dalam waktu sebulan, Lina dan timnya harus bisa membuat minimal dua episode. Karena klien memberi tugas 26 episode dalam setahun.

”Satu episode itu lebih dari 100 orang yang terlibat. Tentu, seusai dengan bagian masing-masing. Kita kerjakan sampai malam itu sudah biasa. Tidur di studio juga sudah biasa,” ungkapnya.

Lina berpendapat kesulitan dalam pengerjaan Sonic Boom season 2 belum seberapa. Tantangan berat kembali datang usai project film tersebut selesai. Lina kembali memimpin produksi film animasi dari Disney Junior. Yakni, Vampirina.

Dari jumlah episode saja, jauh lebih banyak ketimbang Sonic Boom. Lina dan timnya harus mengerjakan 52 episode. Dalam kurun satu tahun. Belum lagi, standar kualitas yang diterapkan Disney Junior benar-benar tinggi. Lebih tinggi dari film animasi sebelumnya yang dikerjakan Lina.

Mau tak mau Lina menambah personel untuk produksi Vampirina. Lebih dari 250 orang terlibat dalam pembuatan film tersebut. Bahkan, Lina melibatkan tenaga freelance dalam penggarapannya.

 Ketelitian dan kesesuaian dengan permintaan klien benar-benar diperhatikan. Episode pertama benar-benar jadi pembelajaran bagi Lina dan timnya. Setidaknya, tiga kali episode pertama diajukan. Tiga kali pula Disney Junior meminta revisi.

”Standar kualitas mereka memang tinggi. Di awal-awal banyak perbaikan. Tapi, di episode selanjutnya kami sudah mulai menyesuaikan,” ungkapnya.

Dua tahun di Batam, Lina ditarik oleh perusahaan animasi di Jogjakarta. Dia dijadikan sebagai Head of Studio di Ziemotion. Selain mengerjakan film animasi pesanan Giggle Garage Malaysia, Lina juga mengabdikan kemampuannya untuk dunia pendidikan.

Dia digandeng Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) untuk memberi pelatihan animasi. Pesertanya guru dan siswa se-Indonesia. Sukses mengerjakan berbagai film kelas dunia, Lina punya cita-cita untuk tanah kelahirannya. Suatu saat dia ingin membuat studio animasi di Rembang. Lina menargetkan keinginan itu bisa terwujud dalam lima tahun.

 

(ks/lid/ris/aji/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia