Jumat, 13 Dec 2019
radarkudus
icon featured
Pati

Nahas, Pergi Melaut, Dua Nelayan Warga Dukuhseti Belum Ditemukan

26 Juli 2018, 10: 53: 39 WIB | editor : Ali Mustofa

WASPADA: Sejumlah kapal nelayan sedang sandar di Sungai Juwana baru-baru ini. 

WASPADA: Sejumlah kapal nelayan sedang sandar di Sungai Juwana baru-baru ini.  (ACHMAD ULIL ALBAB/RADAR KUDUS)

Share this      

DUKUHSETI – Dua anak buah kapal (ABK), Said, 35, dan Imam Madin, 30, warga RT 3 RW II, Desa Dukuhseti, tenggelam di jarak 30 mil dari bibir pantai sejak Selasa (24/7) pukul 18.00. Hingga kemarin pukul 19.00, kedua nelayan itu belum ditemukan. Salah satu kendalanya karena cuaca ekstrem.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Selasa (24/7) pukul 18.00, perahu jenis cukrik ditemukan dengan kondisi lampunya mati jarak 30 mil dari dermaga atau sekitar empat jam perjalanan. Setelah didekati sejumlah nelayan sekitar Banyutowo, tidak ditemukan ABK di dalam perahu itu.

Beberapa nelayan berusaha melakukan pencarian. Namun gelombang ombak yang cukup tinggi menjadikan pencarian itu terhambat. Kedua ABK itu belum ditemukan. Perahu milik Suwarno, warga Desa Banyutowo, Kecamatan Dukuhseti itu ditarik ke dermaga.

Setelah diidentifikasi, dua ABK di perahu itu yakni Said dan Suwardi hilang belum ditemukan hingga saat ini. Beberapa nelayan sudah berupaya mencari. Di tengah laut masih ada sekitar 30 kapal yang belum kembali ke darat. Biasanya baru kembali selama tiga hari.

“Kebetulan kapal kedua ABK baru melaut dua hari. Saat ditemukan itu masih dalam keadaan menyebar jangkar. Kami belum mengetahui detailnya. Apakah perahu itu ditabrak kapal atau memang tenggelam. Mereka kebetulan tak membawa pelampung. Sehingga membuat kami khawatir,” tutur Kepala TPI Banyutowo Dediyana.

Ia mengaku, pencarian baru dilakukan nelayan setempat. Sementara ini pencarian dihentikan sementara karena sudah malam. Rencananya, hari ini mulai dikerahkan pencarian dari tim SAR, BPBD, Polair, dan lainnya.

(ks/put/him/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia