Senin, 24 Sep 2018
radarkudus
icon featured
Politik

Tak Maju Lagi Jadi Anggota Legislatif, Malah Ajukan Menantu

Sabtu, 21 Jul 2018 09:44 | editor : Ali Mustofa

Tak Maju Lagi Jadi Anggota Legislatif, Malah Ajukan Menantu

GROBOGAN - Dari 50 anggota DPRD Grobogan tidak semuanya mendaftarkan diri menjadi calon anggota legislatif lagi pada 2019 mendatang. Alasan mereka bermacam-macam. Ada yang capek dan ingin istirahat, pindah daftar DPRD Jawa Tengah, urusan internal partai sampai mendukung suami.

Lima anggota DPRD tersebut, dua diantaranya dari PDIP. Yaitu Sri Setyowati dan Purwadi. Kemudian, Sutrisno dari Partai Golkar, Mugiharni dari Partai Demokrat, dan Sardjono dari partai PAN.

Sri Setyowati mengaku, berhenti jadi anggota DPRD Grobogan karena ingin memberikan kesempatan generasi muda. Dia memberikan pembelajaran proses demokrasi. Meski dirinya diminta partai untuk tetap maju lagi. Mengingat mempunyai basis massa yang banyak.

”Dari Bu Ketua masih tetap ingin saya maju. Karena saya sudah tua dan ingin berikan kesempatan bagi yang masih muda,” kata anggota DPRD Grobogan dua periode ini.

Ketika ditanya masalah penggantinya di dapil V, Kecamatan Klambu, Brati, Godong, Penawangan, dan Karangrayung, dia mengaku, sudah menyiapkan. Yakni, menantunya untuk maju. Sebab, jaringan dari basis pendukung masih banyak.

”Beberapa camat juga meminta tetap maju lagi. Sebab, yang saya cari bukan finansial tetapi menyalurkan aspirasi dari bawah. Warga senang kepada saya,” aku pensiunan PNS ini yang mempunyai hobi membaca.

Hal sama diungkapkan Purwadi. Dia akan mengakhiri menjadi anggota DPRD Grobogan. Dia sudah menjadi anggota DPRD sejak 1997. Sehingga ingin memberikan kesempatan pada generasi muda. ”Saya ingin istirahat sudah lama jadi anggota DPRD. Meski dari partai meminta tetap mencalonkan diri,” kata pria yang berasal dari dapil V.

Meski tidak mencalonkan lagi jadi anggota DPRD, keluarga dan anaknya tidak ada yang menggantikan. Hal itu dikarenakan dari anaknya tidak mau mendaftar jadi bacaleg. ”Anak saya sudah saya tawari, tetapi tidak mau,” ujarnya.

Sementara itu, Sutrisno, anggota DPRD Grobogan dari Fraksi Golkar ini tidak lagi mencalonkan kembali menjadi caleg. Alasannya mempunyai masalah internal dalam kepengurusan partai. Dia tidak mendapatkan fasilitas jabatan apapun.

”Saya ada masalah di internal partai. Sama-sama anggota dewan yang lain diberikan jabatan, tetapi saya tidak dapat. Bahkan, ada yang double-double,” ujar anggota DPRD dari dapil IV, Kecamatan Gubug, Tegowanu, dan Kedungjati.

Muigarni, anggota DPRD dari Partai Demokrat juga tidak mendaftar jadi bacaleg di Kabupaten Grobogan. Dia memilih fokus bisnis dan keluarga. Namun, dia akan mendukung suaminya, ketua DPD Partai Demokrat maju menjadi caleg anggota DPRD Grobogan di dapil I, Kecamatan Purwodadi, Toroh, dan Geyer. ”Saya kembali ke rumah dan momong cucu. Kembali ke rumah Semarang,” kata anggota komisi B DPRD Grobogan.

Terpisah, Sardjono anggota DPRD Grobogan dari Partai PAN juga tidak mendaftar menjadi bacaleg di Kabupaten Grobogan. Dia mendaftar menjadi bacaleg Provinsi Jawa Tengah di dapil Kabupaten Grobogan dan Blora.

”Saya mendapatkan perintah maju menjadi anggota DPRD provinsi dari partai. Maka saya harus menaatinya meskipun berat. Untuk Pileg di Kabupaten Grobogan saya sudah mendaftarkan menantu saya,” tandasnya.

(ks/mun/ris/top/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia