Kamis, 30 Jan 2020
radarkudus
icon featured
Kudus

Pilkada Berjalan Kondusif, Kapolres Bacakan Puisi

Bikin Sendiri selama 30 Menit

16 Juli 2018, 11: 45: 33 WIB | editor : Ali Mustofa

MEMUKAU: Kapolres Kudus AKBP Agusman Gurning membacakan puisi di acara Doa Bersama Lintas Agama di Alun-alun Simpang Tujuh Kudus, Rabu (12/7) malam lalu.

MEMUKAU: Kapolres Kudus AKBP Agusman Gurning membacakan puisi di acara Doa Bersama Lintas Agama di Alun-alun Simpang Tujuh Kudus, Rabu (12/7) malam lalu. (FARUQ HIDAYAT/RADAR KUDUS)

Share this      

KOTA – Kapolres Kudus AKBP Agusman Gurning memukau masyarakat yang hadir dalam kegiatan Doa Bersama Lintas Agama di Alun-alun Simpang Tujuh Kudus, Rabu (11/7) malam lalu. Sebab, di tengah acara dia membacakan puisi indah.

Puisi dibacakan sekitar pukul 21.30. Malam itu kapolres Kudus mengenakan seragam dinasnya cokelat dengan kopiah hitam di kepalanya. Dia maju dan berdiri di sudut barat panggung kehormatan.

Sebelum membaca puisi, Kapolres Kudus AKBP Agusman Gurning mengatakan, puisi ini didedikasikan dan diapresiasikan untuk seluruh masyarakat Kabupaten Kudus, para pasangan calon (paslon), penyelenggara pemilihan kepala daerah (pilkada), yakni KPU dan Panwaslu Kudus, serta jajaran pemkab, polres, Kodim 0722/Kudus, dan para tokoh agama. ”Puisi ini merupakan rasa terima kasih saya. Karena pelaksanaan Pilkada Kudus berjalan dengan aman dan kondusif. Judul puisinya Kudus Pestamu Telah Usai,” ungkap Gurning.

Seketika itu, pandangan jamaah yang hadir tertuju pada kapolres. Sembari membawa dua lembar kertas, kapolres lantas membacakan puisi. Bunyinya: Biarkanlah hiruk pikukmu berlalu, Biarkanlah prasangka – prasangkamu pergi ditiup angin. Cukup. Curigamu kepadaku. Sudahi, pemainan caturmu. Kemarin, kau mungkin bertarung dengan ambisimu. Nafsumu, semua cara kau gunakan. Kini kau mungkin tersenyum. Bersorak sorai, selamat – selamat kamu pemenangnya. Atau kau mungkin sekarang lagi bersedih hati.

Terluka dan tertunduk malu. Cukup pestamu telah usai. Bingar – bingarmu perlahan pudar saat nya tebarkan senyum pedamaian. Duduk bersama dengan damai. Bekerja samalah karena kudusku harus dibangun. Rakyatku harus semakin sejahtera.

Roda itu terus berputar. Life must go on. Hidup itu terus berjalan Bangunlah masa depan ada di tanganmu. ”Selesai,” kata kapolres menandakan puisi yang dibacanya telah selesai.

Masyarakat yang hadir pun bertepuk tangan. Salah satu MC, Roy bertanya kepada kapolres. Itu butuh berapa lama untuk menciptakan puisi? Dijawab 30 menit saja. MC terkejut. ”Luar biasa hanya butuh 30 menit tapi sudah bisa bikin meleleh dan memukau,” kata MC Roy yang disambut tepuk tangan warga yang hadir.

(ks/ruq/lil/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia