alexametrics
Rabu, 27 Jan 2021
radarkudus
Home > Blora
icon featured
Blora

Bangunan Peninggalan Bersejarah di Blora Belum Ditetapkan sebagai BCB

11 Juli 2018, 07: 56: 10 WIB | editor : Ali Mustofa

DIDAFTARKAN BCB: Loko uap peninggalan Belanda yang hingga saat ini masih berfungsi. Dinporabudpar Blora mulai mendaftarkan sejumlah bangunan dan benda untuk menjadi BCB.

DIDAFTARKAN BCB: Loko uap peninggalan Belanda yang hingga saat ini masih berfungsi. Dinporabudpar Blora mulai mendaftarkan sejumlah bangunan dan benda untuk menjadi BCB. (SUBEKAN/RADAR KUDUS)

Share this      

BLORA – Bangunan peninggalan bersejarah banyak ditemukan di Kabupaten Blora. Meski demikian, belum ada yang ditetapkan sebagai benda cagar budaya (BCB).

Di antara peninggalan bersejarah itu, seperti kereta tua, kawasan Pecinan, stasiun lama, masjid agung, dan lain sebagainya. Banyak juga ditemukan fosil purba di Kota Sate. ”Belum ada sama sekali yang terdaftar menjadi benda cagar budaya. Baru kita ajukan untuk diverifikasi sebagai BCB,” terang Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Dinporabudpar) Blora Kunto Aji.

Dia mengaku, untuk menetapkan sebagai BCB juga tidak mudah. Harus dicek terlebih dahulu. Apakah benar merupakan BCB atau tidak. ”Kalau sudah ditetapkan, juga butuh perawatan. Biayanya tidak sedikit. Padahal selama ini malah tidak terurus,” terangnya.

Kunto mengaku, saat ini rumah Pramoedya Ananta Tour juga baru diajukan sebagai BCB. Jadi, nantinya rumah masa kecil sastrawan kelas dunia itu, bisa menjadi tonggak sejarah bagi Blora.

Sebelumnya, Yayasan Mahameru Blora pernah menyelenggarakan kegiatan ekspedisi pecinan Blora. Tujuannya untuk mendata kembali dan menguak sejarah benda-benda cagar budaya yang ada di Kota Sate. Mulai bangunan-bangunan tua peninggalan etnis Tionghoa dan Kolonial Belanda yang diduga merupakan cagar budaya di Blora.

(ks/sub/lin/top/JPR)

 TOP