Kamis, 30 Jan 2020
radarkudus
icon featured
Features
Juara I Lomba Baca Puisi FLS2N Jepara

Vannesa Almayra Nugroho: Dua Kali Latihan, Jadi Orang Tua Komentator

04 Juli 2018, 21: 02: 11 WIB | editor : Ali Mustofa

Vannesa Almayra Nugroho

Vannesa Almayra Nugroho (FOTO DOK. PRIBADI)

Share this      

Vannesa Almayra Nugroho berhasil meraih juara I Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) SMA tingkat Kabupaten Jepara. Saat ini dirinya persiapan untuk lomba tingkat Jawa Tengah. Dua orang tuanya Rueko Joko Nugroho dan Anis Choirun Nisa juga jadi bagian dari  guru latihan ketika di rumah.

M. KHOIRUL ANWAR, Pecangaan

BAKAT puisi Vannesa Almayra Nugroho sudah terlihat sejak kecil. Siswa Kelas X SMAN 1 Pecangaan ini sering meraih kejuaran dalam ajang lomba baca puisi. Terakhir ia meraih juara I baca puisi FLS2N 2018 kategori SMA. Dengan raihan itu ia berhak mewakili Jepara pada ajang yang sama di tingkat Provinsi Jawa Tengah pekan depan.

Rentetan kejuaraan pernah ia raih sebelumnya. Akhir tahun lalu dia meraih juara II lomba baca puisi dalam rangka peringatan Hari Puisi Indonesia 2017 di Pendapa Kabupaten Jepara. Selain itu, pada 2016 lalu dia meraih juara I lomba baca puisi dalam ajang FLS2N kategori SMP tingkat Kabupaten Jepara. Selanjutnya mewakili Jepara dalam ajang yang sama tingkat Jawa Tengah di Solo.

Dengan raihan prestasi itu, terhitung sudah dua kali ia mewakili Jepara lomba baca puisi dalam ajang FLS2N tingkat Provinsi Jawa Tengah. Yaitu ketika masih duduk di bangku SMP dan jenjang SMA. Saat ini ia sedang mempersiapkan materi pada tingkat provinsi.

Pengalamannya di tingkat kabupaten dan provinsi sebelumnya akan menjadi bekal berharga baginya. Pasalnya pada tingkat kabupaten ia hanya latihan dua kali sebelum lomba berlangsung. Namun hasil maksimal dapat diraih. “Di kabupaten hanya latihan dua kali. Untuk tingkat provinsi saya harus lebih giat. Tidak boleh terlena,” paparnya.

Vannesa –sapaan akrabnya- mengaku,  hobi membuat dan membaca puisi sejak duduk di bangku sekolah dasar. Awalnya ditunjuk mewakili sekolah lomba baca puisi, cipta karya puisi, cerita rakyat, dan pidato. Kemudian berlanjut sampai sekarang. Selain latihan di sekolah dia juga belajar sastra puisi di rumah.

“Ketika lomba maupun tidak, saya sering belajar sendiri bersama ayah dan ibu di rumah. Membuat puisi dan membacakannya kemudian ayah dan ibu memberi komentar kekurangan yang perlu diperbaiki,” katanya kepada Jawa Pos Radar Kudus.

Putri tunggal pasangan Rueko Joko Nugroho dan Anis Choirun Nisa ini, kemana-mana selalu ditemani orang tuanya. “Di luar waktu sekolah atau ekstrakurikuler, kalau pergi selalu ditemani ibu. Jika ibu sedang tidak bisa menemani, biasanya digantikan ayah. Dengan selalu ditemani orang tua, aktivitas saya selalu terkontrol. Apalagi kalau lomba, menambah memotivasi dan kepercayaan diri,” tuturnya.

Warga RT 5/RW 7, Desa Pecangaan Kulon, Pecangaan ini, mengatakan, puisi bukan sekadar menyalurkan hobi. “Dengan berpuisi ini sebagai wujud kecintaan dan apresiasi terhadap karya sastra. Karena dengan berpuisi bisa mengungkapkan perasaan yang ada di dalam hati,” imbuhnya.

Selain berpuisi, gadis berusia 15 tahun ini aktif di berbagai kegiatan ekstrakurikuler di sekolah. Seperti Jurnalistik, Pramuka, Karya Ilmiah Remaja, dan Teater.

(ks/zen/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia