Jumat, 22 Nov 2019
radarkudus
icon featured
Politik

Meski Sakit, Mbah Moen Tetap Gunakan Hak Pilih di Pilgub Jateng

28 Juni 2018, 10: 26: 55 WIB | editor : Ali Mustofa

ANTAR LOGISTIK: Petugas TPS 4 Desa Karangmangu, Sarang, membawa peralatan mencoblos untuk KH Maimoen Zubair yang sedang sakit di rumahnya.

ANTAR LOGISTIK: Petugas TPS 4 Desa Karangmangu, Sarang, membawa peralatan mencoblos untuk KH Maimoen Zubair yang sedang sakit di rumahnya. (KHOLID HAZMI/RADAR KUDUS)

Share this      

REMBANG – Dua petugas KPPS dari TPS 4 Desa Karangmangu, Sarang, bersama petugas PPS dan Panwaslu datang ke kediaman KH Maimoen Zubair pukul 12.00 kemarin. Kedatangan mereka untuk memfasilitasi penggunaan hak pilih KH Maimoen Zubair atau Mbah Moen yang sedang sakit.

Pengasuh Ponpes Al Anwar itu sakit sejak Sabtu (23/6). Sejak sehari sebelum pencoblosan, keluarga meragukan KH Maimoen Zubair bisa datang ke TPS. Beliau terdaftar sebagai pemilih di TPS 4 Desa Karangmangu, Sarang.

Selasa (26/6) sore, keluarga menghubungi KPPS dari TPS tempat Mbah Moen terdaftar sebagai pemilih. Keluarga mengusahakan agar ada petugas dari TPS yang datang ke kediaman Mbah Moen.

Ketua TPS 4 Desa Karangmangu, Sarang, Muslih menerima kabar dan permohonan dari keluarga pada Senin (23/6) sore. Dia dan anggota KPPS lain sebelumnya tak mengetahui jika Mbah Moen sedang sakit.

Ketika diminta untuk datang ke kediaman Mbah Moen, petugas TPS langsung menyiapkan peralatan dan dokumen yang dibutuhkan. Seperti tinta, paku untuk mencoblos, busa sebagai bantalan, dan kotak suara yang ukurannya kira-kira seperti tempat tisu. Dibungkus dengan kertas putih.

Petugas TPS, PPS, dan Panwaslu sampai di kediaman Mbah Moen sekitar pukul 12.00. Mereka langsung dipersilakan masuk ke dalam kamar Mbah Moen. ”Beliau bisa pinarak ketika mencoblos,” ungkapnya.

Usai mencoblos, KH Maimoen Zubair sempat mengucapkan terima kasih kepada petugas TPS yang telah bersedia datang ke kediamannya. Sehingga, ulama karismatik itu bisa mengunakan hak pilihnya. Meskipun kondisi kesehatannya kurang baik.

Sebagai rasa terima kasih, Mbah Moen meminta para petugas untuk makan siang di kediamannya sebelum kembali ke TPS. ”Harus makan dahulu baru boleh pulang,” pungkasnya.

(ks/lid/aji/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia