alexametrics
Jumat, 10 Jul 2020
radarkudus
Home > Rembang
icon featured
Rembang

Tahun Ini Penahan Ombak Tak Bisa Dibangun, Begini Alasannya

20 Juni 2018, 10: 15: 13 WIB | editor : Ali Mustofa

DIBUAT MAINAN: Hantaman ombak dibuat mainan seorang anak di Desa Sarangmeduro, Sarang.

DIBUAT MAINAN: Hantaman ombak dibuat mainan seorang anak di Desa Sarangmeduro, Sarang. (KHOLID HAZMI/RADAR KUDUS)

Share this      

KOTA – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Rembang mengupayakan agar anggaran penahan ombak bisa masuk dalam APBD 2019. Pembuatan penahan ombak diprioritaskan untuk pesisir Kecamatan Kragan dan Sarang.

Desakan masyarakat di pesisir Kragan dan Sarang agar pemkab membangun pemecah ombak nampaknya tak bisa terealisasi tahun ini. Karena pada APBD 2018 belum ada anggaran untuk pemecah ombak.

Kepala BPBD Kabupaten Rembang Purwadi Samsi melalui Kasi Kedaruratan Pramujo menjelaskan, penanganan rob dan abrasi yang terjadi di Kragan dan Sarang saat ini hanya bersifat sementara.

Misalnya dengan pembuatan tanggul darurat dari bambu, pasir dan batu. Meskipun tidak bisa bertahan lama, setidaknya opsi tersebut bisa menghalau ombak agar tak langsung menghantam rumah warga.

Untuk pembangunan pemecah ombak atau breakwater sudah dibahas di level pimpinan. Rencananya, pembangunannya diusulkan masuk pada APBD 2019. Namun, Pramujo belum bisa memastikan apakah pemecah ombak bisa dibangun pada 2019 atau tidak.

”Pemecah ombak sudah disampaikan kepada pimpinan. Direncanakan masuk anggaran 2019. Itu masih rencana ya. Kami perlu koordinasi dengan berbagai pihak,” ungkapnya.

Dia juga belum bisa memastikan anggaran yang dibutuhkan. Titik pembangunan breakwater akan diprioritaskan di wilayah pesisir yang sering terkena abrasi ataupun rob. Seperti di Kecamatan Kragan dan Sarang.

Disinggung soal relokasi warga yang rumahnya rusak karena hantaman ombak, BPBD belum bisa memastikan. Relokasi itu butuh koordinasi berbagai pihak. Seperti pemerintah desa setempat.

Berdasarkan hasil pengecekan BPBD beberapa waktu lalu, gelombang tinggi di pantura timur mencapai tiga meter. Itu biasa terjadi baik ketika musim angin barat maupun timur.

(ks/lid/ali/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia