Minggu, 19 Aug 2018
radarkudus
icon featured
Features

Yuk Mengenal M. Jamil Muhlisin, Dokter Teladan Nasional asal Blora

Rabu, 20 Jun 2018 07:00 | editor : Panji Atmoko

Muhammad Jamil Muhlisin

Muhammad Jamil Muhlisin (DOK. PRIBADI)

Keinginan Muhammad Jamil Muhlisin sederhana. Dia ingin memberi inspirasi, menolong, dan penyemangat orang lain. Berbagai inovasi dilakukan. Terutama pelayanan. Berkat itu dia menjadi dokter teladan tingkat nasional.

 

SUBEKAN, Blora

 

MUHAMMAD Jamil Muhlisin dikenal disiplin, ulet, dan penuh inspirasi. Dia juga aktif di berbagai organisasi dan kegiatan kemasyarakatan. Hal itu mendorongnya meraih banyak prestasi. Bahkan, prestasi tingkat nasional.

Laki-laki kelahiran Blora, 26 April 1972 ini menunjukkan prestasi sejak memimpim Puskesmas Kunduran pada 2012 lalu.  Berbagai inovasi dilakukan. Sehingga pada 2014 Puskesmas Kunduran meraih predikat puskesmas dengan Pelayanan Publik Terbaik se-Kabupaten Blora dan Juara Lomba K3 se-Kabupaten Blora.

Satu tahun berikutnya, Puskesmas Kunduran menjadi satu-satunya puskesmas di Indonesia yang mendapatkan penghargaan dari Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten). Yakni, sebagai puskesmas dengan Pelayanan Radiologi Terbaik se-Indonesia.

Belum puas dengan prestasi itu, ayah tiga anak ini kembali mendapatkan juara pertama Lomba K3 se-Kabupaten Blora dan Juara Lomba Gerakan Sayang Ibu dan Anak pada 2015 dan 2016. Selain itu, di 2015 berhasil mendapat penghargaan sebagai Puskesmas Berprestasi se-Jawa Tengah.

Tahun 2016 saat peringatan Hari Kesehatan Nasional dia dinobatkan sebagai dokter teladan tingkat Kabupaten Blora. Dokter Jamil dinilai berhasil menjadi penggerak pembangunan berwawasan kesehatan dan penggerak masyarakat untuk hidup sehat.

Dari situ, pada Juni 2017 dia kembali maju sebagai dokter teladan tingkat Jawa Tengah. Lagi-lagi dia memperoleh penghargaan dari gubernur Jawa Tengah dan diajukan sebagai penerima dokter teladan tingkat nasional di Jakarta. Hasilnya, dia menyabet penghargaan sebagai dokter teladan tingkat nasional. “Penghargaan diserahkan oleh Menteri Kesehatan Prof. Dr. dr. Nila Djuwita F. Moeloek, SpM (K) di Hotel Sahid Jakarta,” terang mantan ketua IDI Blora dua periode ini.

Berkat prestasi tersebut dia diberi amanah. Dia juga dipromosikan sebagai kepala bidang Pelayanan RSUD dr. R. Soetijono Blora. Dia bersyukur dengan raihan prestasi tersebut. Harapannya bisa menjadi inspirasi, penyemangat, dan diikuti oleh seluruh tenaga kesehatan di Blora. “Saya terbuka dan bersedia berbagi pengalaman dan ilmu kepada siapapun,” terang laki-laki yang selalu menyempatkan waktu luang untuk keluarga ini.

Selain menjadi dokter, dia aktif di berbagai organisasi. Mulai dari ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Blora pada 2011-2017. Dia juga menjadi ketua Dewan Pembina Persatuan Dokter Umum Indonesia Komisariat Blora sejak 2013 hingga sekarang.

Selain itu, dr Jamil terlibat di beberapa kegiatan kemasyarakatan. Mulai dari Yayasan Pendidikan Al-Huda Kunduran, pengajian Al-Hikmah Kunduran, ketua pembangunan Masjid Besar Baitul Hikmah Kunduran, pengurus takmir masjid dan aktif di kegiatan kemasyarakatan lainnya. Baginya, kegiatan ini salah satu media mendekatkan diri kepada sesama dan Tuhan.

Dia menjelaskan, awal karir di dunia kesehatan dimulai sejak 2002 sebagai dokter PTT dan praktik di Puskesmas Japah. Mulai 2005 dia memutuskan sebagai dokter swasta dan membuka praktik di rumah, RT 6 RW 2, Kelurahan Kunduran, Kecamatan Kunduran.

Empat tahun berikutnya, yaitu 2009 Jamil masuk sebagai CPNS dan bertugas di Puskesmas Sonokidul, Kecamatan Kunduran. Kemudian 2011 dipromosikan sebagai kepala Puskesmas Rowobungkul, Kecamatan Ngawen. Setahun kemudian dia pindah di Rowobungkul. Di 2012, dia dipindahtugaskan ke Puskesmas Kunduran sebagai kepala puskesmas hingga 2017.

Kabid Pelayanan RSUD dr. R. Soetijono Blora ini berkomitmen memajukan RSUD dengan memperbaiki pelayanan. 

 

(ks/sub/aji/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia