alexametrics
Selasa, 27 Jul 2021
radarkudus
Home > Pati
icon featured
Pati

Rumah Janda Terbakar, Uang Rp 500 Juta Hangus

19 Juni 2018, 14: 31: 59 WIB | editor : Ugik Wepe

HANGUS: Dwi Wahyu Ratri, korban kebakaran (tengah) didampingi petugas kepolisian menunjukkan uang yang sebagian terbakar di rumahnya kemarin.

HANGUS: Dwi Wahyu Ratri, korban kebakaran (tengah) didampingi petugas kepolisian menunjukkan uang yang sebagian terbakar di rumahnya kemarin. (SRI PUTJIWATI/RADAR KUDUS)

Share this      

PATI – Nasib nahas dialami Dwi Wahyu Ratri, pensiunan PNS Puskesmas Plangitan, Pati. Rumah perempuan tua itu ludes terbakar beserta seisi rumahnya. Kebakaran rumah di Desa Muktiharjo, Margorejo, Pati, yang diduga karena korsleting listrik ini membuat perempuan 72 tahun itu mengalami kerugian mencapai sekitar Rp 900 juta.

Sikap tegar ditunjukkan Yayuk -sapaan akrabnya. Tapi dari raut wajahnya, ia menahan tangis. Di rumahnya yang berukuran 6 x 9 meter persegi itu, ia mengais barang-barang berharga yang terbakar. Salah satunya uang pecahan Rp 50 ribu hingga Rp 100 ribu yang terbungkus plastik hitam. Uang-uang itu sebagian terbakar. Total uang cash itu Rp 505 juta. Sedianya hendak ditabung, namun niat itu didahului amukan si jago merah.

Baca juga: Usai Cekcok, Mobil Kekasih Dibawa Lari

Yayuk mengaku, kebakaran terjadi pukul 07.30 saat dia usai mandi sebelum bersiap-siap pergi ke gereja. Saat keluar dari kamar mandi, dia melihat api dari kasur. Yayuk berusaha memadamkan api, namun tak kunjung padam. Ketika membuka rumah, ia kaget karena sudah banyak orang di sekitar rumahnya.

Janda yang ditinggal mati suaminya pada 2009 lalu itu kemudian keluar rumah. Beberapa warga mencoba memadamkan api. Namun api sudah menjalar ke seluruh ruang dan membakar seisi rumah. Selang beberapa menit, beberapa mobil pemadam kebakaran (damkar) tiba di lokasi. Meski demikian, tak ada barang-barang yang dapat diselamatkan.

Perempuan asli Boyolali ini sedianya ingin pulang ke Boyolali dan membeli rumah di sana. Sebab, di Pati ia hidup sendiri. Suaminya meninggal dan tak mempunyai anak. Ia mengumpulkan uang sedikit semi sedikit sejak pensiun 2002 lalu. Sebagian uangnya Rp 505 juta dikumpulkan di rumah dan rencananya akan ditabung di bank.

”Karena rumah saya terbakar, saya menumpang dulu di rumah tetangga. Rencana ke depan, saya mau tinggal dulu di rumah yang ada di Karawang, Jawa Barat. Rumah itu kini ditempati adik saya. Ini musibah, jadi harus tegar. Yang penting selamat,” katanya sambil mengutip salah satu isi Alkitab, yakni semakin banyak beribadah, maka semakin banyak ujian.

Sementara itu, Kapolres Pati AKBP Uri Nartanti Istiwidayati melalui Kapolsek Margorejo menuturkan, kebakaran itu cepat dipadamkan karena ada petugas yang stand by di kantor KPU. Petugas sedang berjaga logistik Pilgub Jateng itu kemudian menghubungi watercanon. Selain itu, ada warga yang menghubungi damkar. Meski ludes terbakar, setidaknya tak merambat ke bangunan lain, seperti kantor KONI dan KPU Pati yang berada di sebelahnya.

”Kami sudah meminta keterangan dari para saksi dan korban. Kebakaran tersebut diduga karena korsleting listrik. Sebab, korban tak menyalakan kompor, obat nyamuk, dan lainnya di dalam rumah. Kerugian yang dialami korban mencapai Rp 900 juta. Meliputi uang tunai Rp 505 juta, emas, ponsel, sepeda motor, dan barang berharga lain,” tuturnya.

Sementara itu, terkait dengan uang korban yang terbakar sekitar Rp 505 juta, korban tak perlu bersedih. Sebab, bisa ditukar di bank dengan uang baru. Asalkan memenuhi syarat. Asisten Manajer Operasional PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) Pati Anto Sulistyarso menuturkan, uang yang terbakar bisa ditukarkan di bank. ”Syaratnya selama fisik masih sepertiga bagian dan salah satu sisi ada nomor serinya,” ungkapnya.

Dia mengaku, penukaran uang yang rusak karena kebakaran tidak ada batasannya, asalkan memenuhi syarat. ”Kalau kerusakan lebih dari 30 persen, kami tak berani menukar. Kami harus mengirim ke Bank Indonesia (BI) dahulu dan dicek, apakah uang itu bisa diganti baru atau tidak,” imbuhnya.

Kebakaran akibat korsleting listrik juga terjadi di Kabupaten Jepara sekitar pukul 20.00. Tepatnya di kios penggilingan daging di bagian belakang Pasar Pecangaan milik Siswanto. Kerugian ditaksir puluhan juta rupiah.

Kepala UPT Pemadam Kebakaran Satpol PP dan Damkar Jepara Surana mengatakan, usai mendapat laporan kebakaran pihaknya menerjunkan dua unit damkar. Pemadaman berlangsung hingga sekitar pukul 21.00.

Disinggung mengenai kerugian, Surana menyatakan, mencapai Rp 10 juta. Beruntung tak ada korban jiwa dalam kebakaran ini. Dia mengimbau, masyarakat diharapkan waspada meski saat ini sudah sering ada hujan. ”Kebakaran tak bisa diprediksi. Jadi harus tetap waspada,” imbaunya.

Kebakaran juga terjadi di Desa Loram Wetan, Jati, Kudus, saat Lebaran ketiga kemarin. Sebelumnya, pada hari terakhir Ramadan lalu kebakaran juga terjadi di desa tersebut. Jarak dua kebakaran ini tak jauh. Sekitar 200 meter.

Penyebabnya sama-sama dari pengisian bahan bakar minyak (BBM). Kebakaran menjelang Lebaran sebelumnya berasal dari pertamini. Sedangkan kemarin dari pengisian BBM konvensional (botol).

Rumah yang dilalap api sekitar pukul 14.30 kemarin milik Kasdi, 55, warga RT 4/RW 4. Hampir sejam api baru selesai dipadamkan petugas dengan empat mobil damkar. Bambang, 33, menantu Kasdi mengungkapkan, kejadian berawal saat dirinya mengisi pertalite dari jeriken ke botol. Di saat bersamaan dia juga mengisi ke motor pembeli. Saat ia mengambil botol pertalite tiba-tiba sudah ada api. Api diduga dari alat tambal ban yang digunakan Kasdi.

”Saat itu saya sedang mengisi pertalite dari jeriken ke botol. Seingat saya ada dua botol yang belum saya tutup saat itu. Belum selesai, saya kemudian beralih untuk mengisi pertalite ke motor pembeli. Eh, tiba-tiba sudah ada api dan membesar,” paparnya.

Kapolsek Jati AKP Bambang Sutaryo menuturkan, tak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Namun ada korban luka yakni Kasdi dan Bambang. Kerugian materi mencapai Rp 500 juta. ”Kasdi dilarikan ke Rumah Sakit Mardi Rahayu karena mengalami luka bakar serius. Seluruh tubuhnya terbakar kecuali bagian muka. Sedangkan Bambang hanya mengalami luka bakar di kaki kiri,” paparnya.

Kebakaran juga terjadi di Rembang. Warga Dukuh Sugihan, Desa Pulo, Rembang, dikejutkan bunyi ledakan disertai kepulan asap kemarin malam. Tiba-tiba terdengar suara gemuruh pletok-pletok. Sumber bunyi berasal dari kebun bambu. Kondisi ini membuat warga sekitarnya panik. Sebab, luasan kebun bambu mencapai setengah hektare. Lokasinya juga dekat dengan permukiman.

Diduga api berasal dari pembakaran sampah. Kebakaran yang terjadi pukul 19.00 ini bisa dijinakkan dengan satu damkar dan empat mobil tangki selama dua jam.

(ks/put/emy/daf/noe/lil/lin/aji/JPR)

 TOP