Selasa, 23 Jul 2019
radarkudus
icon featured
Pendidikan

Nilai Rata-Rata USBN SD Tak Meningkat, Nih Penjelasannya

07 Juni 2018, 14: 43: 36 WIB | editor : Ali Mustofa

SERIUS MENGERJAKAN: Sejumlah siswa SD mengikuti USBN 2018 ini beberapa waktu lalu.

SERIUS MENGERJAKAN: Sejumlah siswa SD mengikuti USBN 2018 ini beberapa waktu lalu. (SRI PUTJIWATI/RADAR KUDUS)

Share this      

KOTA – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pati telah mengumumkan hasil ujian sekolah berbasis nasional (USBN) dan kelulusan siswa. Dari nilai rata-rata siswa hampir sama dengan nilai dari USBN tahun sebelumnya. Ada 10 SD yang mendapatkan nilai baik justru banyak berasal dari daerah pinggiran dan tidak mempunyai siswa.

”Dari nilai rata-rata hampir sama dengan tahun sebelumnya. Belum mengalami kenaikan yang signifikan. Meski demikian nilai siswa sudah bagus. Walaupun untuk soal USBN tahun ini berbeda dari tahun sebelumnya yang menggunakan soal uraian,” tutur Ketua Ujian Nasional (Unas) 2018 Pati Sariyono kepada Jawa Pos Radar Kudus.

Ia menambahkan, nilai USBN tertinggi tahun ini 286,67 diraih siswa SDN Pati Lor 1. Namun untuk peringkat SD, sebagian besar diraih SD daerah pinggiran. SDN Slungkep 1 Kecamatan Kayen mendapatkan nilai rata-rata tertinggi SD negeri/swasta se Pati. Lalu disusul SDN Slungkep 3 Kayen, SDN Dukuhmulyo 2 Jakenan, SDN Sinom Widodo 3 Tambakromo.

Peringkat SD tertinggi lainnya diraih SDN Kalimulyo 1 Jakenan, SDN Puncakwangi 3, SDN Kutoharjo 1 Pati,  SDN Kembang 3 Dukuhseti, dan SDN Puluhantengah Jakenan. Bahkan, jika dilihat dari jumlah siswa SD tersebut yang mengikuti USBN, hanya mempunyai siswa sedikit.

Siswa SDN Slungkep I hanya mempunyai siswa 12 kelas VI SD, Siswa SDN Slungkep 3 hanya mempunyai 13 siswa, SDN Tambakromo 1 dan SDN Kalimulyo 1 Jakenan bahkan hanya mempunyai siswa 10 pada kelas VI, dan SDN Puluhantengah hanya mempunyai siswa kelas VI sebanyak 11 orang.

Dijelaskan, USBN SD 2018 ini diikuti oleh 665 SD terdiri dari14.436 siswa SD negeri/swasta. Dari total siswa tersebut, semuanya lulus, kecuali ada 12 siswa yang keluar dan merantau tidak lulus karena memang tidak mengikuti USBN.

(ks/put/him/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia